Pencarian

Anak Ternate Aqiel Fardhan Irsyadi Lolos Seleksi Orkestra Gita Bahana Nusantara 2026, Perwakilan Pertama Maluku Utara

Kamis, 06 Agustus 2026 • 00:09:32 WIB
Anak Ternate Aqiel Fardhan Irsyadi Lolos Seleksi Orkestra Gita Bahana Nusantara 2026, Perwakilan Pertama Maluku Utara
Aqiel Fardhan Irsyadi, pelajar asal Ternate, berfoto setelah dinyatakan lolos seleksi Orkestra Gita Bahana Nusantara 2026 di Yogyakarta.

TERNATE — Aqiel Fardhan Irsyadi, pelajar asal Ternate yang kini bersekolah di Sekolah Menengah Musik (SMM) Bantul, Yogyakarta, memastikan diri sebagai anggota tim orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Namanya diumumkan lolos pada 14 Juli 2026 setelah melewati seleksi administrasi dan seleksi langsung di Yogyakarta.

Pencapaian ini sekaligus mencatatkan sejarah baru. Aqiel menjadi putra pertama asal Maluku Utara yang lolos seleksi tim orkestra sejak GBN diselenggarakan pertama kali pada 2003. Selama ini, seleksi GBN di Ternate hanya membuka kategori paduan suara, sementara untuk tim orkestra belum pernah ada.

Bermula dari Tifa, Kini Menekuni Cello di Yogyakarta

Ketertarikan Aqiel pada dunia musik tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Instrumen pertamanya justru alat musik tradisional, yakni tifa. Ia kemudian beralih ke piano saat kelas II hingga III SD, belajar mandiri menggunakan notasi dari buku dan pianika yang dibelikan orang tuanya.

Memasuki jenjang SMP, minatnya bergeser ke biola dan arababu, alat musik gesek khas Maluku Utara. Ketertarikan itu semakin serius setelah ia menonton konser musik tradisi dan mendapat bimbingan intensif dari Fauzi Heuvelmant atau akrab disapa Oji selama tiga bulan.

Keseriusannya menguat pada 2024. Aqiel mantap memilih belajar cello di Sekolah Menengah Musik (SMM) Bantul, Yogyakarta. Ia memilih cello karena instrumen ini merupakan pengembangan dari biola dengan ukuran lebih besar. Di sekolahnya, ia kembali mempelajari cello dari nol dan menunjukkan kegigihan berlatih.

Bangga Orang Tua: Kami Tidak Pernah Memaksakan

Fadriah Syuaib, ibu Aqiel, mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak sulungnya tersebut. Ia menceritakan bahwa proses panjang yang dilalui sang anak berjalan alami tanpa paksaan dari keluarga.

"Peran kami sebagai orang tua hanya memperkenalkan berbagai pengalaman yang bersifat edukatif sejak kecil. Saya bukan tipe orang tua yang memaksakan anak, karena setiap anak memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda. Saya juga tidak pernah memaksakan mereka untuk mengikuti jalur tertentu," tuturnya, Kamis (6/8/2026).

"Sangat bangga. Saya mengikuti prosesnya sejak kecil. Dia tidak pernah diikutkan kursus secara intensif. Saya hanya memperkenalkan berbagai hal, lalu dia yang mengembangkan semuanya sendiri," pungkas Fadriah.

Seleksi Dua Tahap dan Pengalaman Panggung Internasional

Seleksi GBN tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Aqiel mengikuti audisi di Yogyakarta dan berhasil melewati dua tahapan, yaitu seleksi administrasi dan seleksi langsung. Ia juga mewakili sekolahnya dalam ajang bergengsi tersebut.

Selama menempuh pendidikan di Yogyakarta, Aqiel tidak hanya fokus pada musik klasik. Ia telah tampil dalam berbagai konser yang membawakan karya komposer dari dalam dan luar negeri, termasuk Italia, Australia, dan Korea. Pengalaman ini memperkaya kapasitasnya sebagai musisi muda sebelum akhirnya dipercaya bergabung dalam tim orkestra nasional.

Gita Bahana Nusantara merupakan tim paduan suara dan orkestra gabungan dari seluruh Indonesia yang beranggotakan peserta berusia 16–23 tahun. Ajang tahunan ini menjadi wadah ekspresi seni generasi muda untuk tampil dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih serta membawakan lagu-lagu Nusantara di tingkat nasional.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaheranesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks