Pencarian

Warga Morotai Desak TNI AU Hentikan Pembongkaran Pagar dan Pematokan di Lahan Sengketa Lingkar Bandara

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:04:31 WIB
Warga Morotai Desak TNI AU Hentikan Pembongkaran Pagar dan Pematokan di Lahan Sengketa Lingkar Bandara
Puluhan personel TNI AU membongkar pagar aset Pemda Morotai di jalan raya Desa Darame, Selasa (11/8/2026) pagi.

DARAME — Ketegangan di lingkar bandara Pulau Morotai kembali memanas. Puluhan personel TNI AU dari Lanud Leo Wattimena membongkar pagar aset Pemda Morotai di jalan raya Desa Darame, Selasa (11/8/2026) pagi, lalu memasang tali boplang sebagai penanda rencana pembangunan gedung AURI. Warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi langsung mendatangi titik tersebut dan meminta kegiatan dihentikan.

Pemicu: Pembongkaran Mendadak Tanpa Sepengetahuan Warga

Irwan Popa, salah satu pemilik lahan, menyatakan tidak pernah mendapat pemberitahuan terkait rencana pembongkaran maupun pematokan. Ia menegaskan lahan yang menjadi objek sengketa tersebut masih memiliki pemilik yang sah dan proses hukumnya belum tuntas.

“Kami sebagai pemilik lahan tidak dihargai. Padahal tanah ini pemilik lahannya sudah ada, dan kita sudah sering berdebat sampai sekarang belum selesai. Kami kaget tiba-tiba ada pembongkaran pagar dari AURI,” tegas Irwan di lokasi kejadian.

Warga Khawatir Berhadapan Langsung dengan TNI

Baim, pengurus KPMLB asal Desa Wawama, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat jika konflik ini berujung pada bentrok fisik. Menurutnya, warga tidak memiliki posisi tawar yang seimbang saat berhadapan dengan aparat militer, padahal akar masalahnya adalah klaim kepemilikan tanah yang belum selesai.

“Hari ini kami dikagetkan lagi dengan pembongkaran pagar, tapi yang pasti kami rakyat pasti takut jika berhadap-hadapan dengan TNI. Mohon maaf supaya jangan dulu ada pembongkaran lahan atau melakukan bangunan di lahan yang berstatus sengketa ini. Harus ada penyelesaian dulu antara AURI dan masyarakat lingkar bandara, jadi sama-sama kita bersabar dulu,” ujarnya.

Mediasi di Lokasi: DPRD dan KPMLB Turun Tangan

Untuk mencegah konflik meluas, mediasi digelar langsung di lokasi. Kaintel Lanud Leo Wattimena Kapten Sus Rifki Anugrah hadir bersama jajarannya, didampingi Ketua KPMLB Luter Djaguna dan anggota DPRD Morotai Darmin Wairo.

Meski mediasi berlangsung, pihak TNI AU belum memberikan pernyataan resmi. Kapten Sus Rifki Anugrah memilih untuk melapor terlebih dahulu kepada komandannya sebelum berbicara kepada publik.

“Nanti aja ya, saya laporan dulu ke Komandan,” singkat Rifki saat dikonfirmasi di lokasi.

Konteks: Sengketa Lama yang Belum Tuntas

Persoalan lahan di lingkar bandara Morotai ini bukan kali pertama memicu ketegangan. Warga menilai proses penyelesaian yang berlarut-larut membuat situasi terus berulang, sementara aktivitas pembangunan di atas lahan yang disengketakan justru berjalan.

KPMLB meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Mereka berharap koordinasi antara TNI AU, Pemkab Pulau Morotai, dan masyarakat bisa dilakukan sebelum ada langkah fisik di lapangan, sehingga tidak memunculkan gesekan baru di tengah warga.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks