Pencarian

Ritual Ake Ma Sou 2026 di Ternate, Warga Sangaji Jaga Sumber Air yang Suplai 60 Persen Kebutuhan Air Bersih Kota

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:32:01 WIB
Ritual Ake Ma Sou 2026 di Ternate, Warga Sangaji Jaga Sumber Air yang Suplai 60 Persen Kebutuhan Air Bersih Kota
Ratusan warga mengikuti prosesi ritual adat Ake Ma Sou 2026 di Lingkungan Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, Ternate Utara.

TERNATE — Ratusan warga Lingkungan Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, baru-baru ini mengikuti prosesi ritual adat Ake Ma Sou 2026. Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen kolektif menjaga sumber mata air yang menjadi penopang utama kebutuhan air bersih di Kota Ternate.

Rangkaian ritual yang diwariskan turun-temurun ini berpusat pada prosesi Si Ruru Juanga. Prosesi tersebut dimaknai sebagai simbol menolak mara bahaya sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT atas anugerah sumber daya air yang selama ini dimanfaatkan warga.

Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Direktur Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.

Peran Strategis Mata Air Ake Gaale bagi Kota Ternate

Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa mata air Ake Gaale memiliki peran vital. Kawasan ini menyuplai sekitar 60 persen kebutuhan air bersih bagi penduduk Kota Ternate.

Menurutnya, kearifan lokal yang diwariskan para leluhur harus terus dipelihara. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang terkandung dalam ritual ini diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat modern.

"Ritual ini sudah lama dilakukan masyarakat. Kearifan lokal yang diwariskan harus terus dijaga karena menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bersama dalam melestarikan sumber air," ujar Tauhid.

Ancaman Intrusi Air Laut dan Pencemaran di Kawasan Sumber Air

Di balik nilai budayanya, kawasan Ake Gaale masih menghadapi sejumlah ancaman serius. Ketua Komunitas Save Ake Gaale, Alwan M. Arif, menyebut intrusi air laut dan potensi pencemaran menjadi dua persoalan utama yang bisa memengaruhi kualitas sumber air.

Alwan menjelaskan, komunitasnya terus melakukan upaya konservasi secara konsisten. Agenda besar yang digaungkan adalah mewujudkan kawasan Ake Gaale sebagai ruang terbuka hijau agar perlindungan dan perbaikan kawasan sumber air bisa dilakukan lebih terarah.

Mengapa Warga Dilarang Buang Sampah di Sekitar Mata Air?

Wali Kota Tauhid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Ake Gaale. Aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, seperti membuang sampah dan limbah secara sembarangan, harus dihentikan.

"Kami juga berharap Perumda Ake Gaale terus bekerja sama dengan masyarakat untuk menghidupkan tradisi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sumber air," katanya.

Alwan berharap Ritual Ake Ma Sou bisa menjadi agenda tahunan yang terintegrasi dalam program pelestarian budaya Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kebudayaan. Dengan terus dirawatnya tradisi ini, keberadaan mata air Ake Gaale diharapkan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini maupun mendatang.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks