TERNATE — Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menggencarkan koordinasi lintas sektor untuk mendorong pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Ternate. Langkah ini diambil setelah capaian imunisasi pada tahun sebelumnya baru menyentuh angka 39 persen. Ribuan anak usia sekolah di kota itu ditargetkan mendapat imunisasi lengkap.
Angka Cakupan Rendah, Dinkes Panggil Guru dan Lintas Sektor
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Malut, Muhammad Isa Yaudah, mengatakan pihaknya telah mengundang para guru serta unsur terkait dalam pertemuan koordinasi. Pertemuan itu membahas evaluasi dan sosialisasi BIAS serta surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Ternate.
“Tujuan daripada kegiatan ini yaitu kita mau meningkatkan imunisasi pada anak sekolah. Bulan Agustus sudah mulai pelaksanaannya, sehingga kita mengundang para guru dan lintas sektor terkait untuk memberikan sosialisasi sekaligus melakukan evaluasi,” ujar Isa.
Menurut data Dinkes, capaian imunisasi BIAS di Ternate masih rendah. Dari total sasaran, baru sekitar 39 persen anak yang mendapat imunisasi pada periode sebelumnya.
Target 3.000 Anak, Kekhawatiran Orang Tua Masih Jadi Kendala
Isa menyebut jumlah sasaran imunisasi di Ternate mencapai lebih dari tiga ribu anak. Ia berharap koordinasi ini bisa mendongkrak angka partisipasi.
“Harapan kita setelah pertemuan ini ada peningkatan capaian. Anak-anak kita yang jumlahnya kurang lebih tiga ribuan lebih itu bisa terimunisasi,” jelasnya.
Salah satu tantangan utama adalah kekhawatiran sebagian orang tua terhadap imunisasi dan vaksin. Isa mengakui, meski sosialiasi rutin dilakukan, keresahan itu masih muncul.
“Masih banyak orang tua yang khawatir. Makanya kita menyampaikan informasi ini kepada para guru agar mereka mengetahui pentingnya imunisasi dan bisa memberikan edukasi. Dari kesehatan juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Mencegah KLB Polio, Campak, dan Difteri
Pertemuan itu melibatkan kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pengelola program imunisasi puskesmas, media, dan tokoh agama. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat edukasi ke masyarakat.
Isa menegaskan, imunisasi merupakan langkah krusial mencegah penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), seperti polio, campak, difteri, tetanus, dan pertusis.
“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi penyakit yang menyebabkan kejadian luar biasa seperti polio, campak, difteri, tetanus, dan pertusis. Penyakit-penyakit ini kita harapkan sudah tidak ada lagi di Kota Ternate,” pungkasnya.