MALUKU UTARA — Rencana larangan ini muncul setelah serangkaian insiden fatal di kawasan Orlando. Yang paling tragis adalah kematian seorang siswa berusia 13 tahun yang ditabrak pikap saat mengendarai skuter listrik untuk membeli bunga Hari Ibu bagi ibunya. Ashley LaChance, ibu korban, kini mendukung penuh larangan tersebut. "Tidak ada keluarga yang seharusnya mengalami tragedi seperti ini," ujarnya kepada Orlando Sentinel.
Namun, larangan ini bukan tanpa perlawanan. Seorang ayah yang diwawancarai Sentinel menjelaskan situasi pelik keluarganya: empat anaknya menggunakan skuter listrik untuk pergi ke tiga sekolah berbeda. Jarak rumah mereka ke kampus kurang dari dua mil, sehingga tidak memenuhi syarat layanan bus sekolah. Sementara itu, kedua orang tua bekerja penuh waktu. Skuter itu dibeli khusus untuk memberi anak-anak cara mandiri berangkat sekolah.
Statistik Kecelakaan vs Kebutuhan Transportasi Harian
Data dari rumah sakit di Orlando menunjukkan lonjakan kunjungan unit gawat darurat akibat cedera sepeda dan skuter listrik, terutama pada anak usia 10 hingga 14 tahun. Pelajar muda kerap melanggar lalu lintas, tidak memakai helm, membawa penumpang ganda, atau memodifikasi e-bike agar melaju lebih kencang dari batas wajar.
Di sisi lain, skuter dan sepeda listrik telah menjadi solusi mobilitas bagi remaja yang terlalu muda untuk mengemudi. Alat ini mengisi celah transportasi antara jarak jalan kaki dan usia legal mengemudi. Jika respons terhadap jalan yang tidak aman adalah melarang kendaraan ini, konsekuensinya bukan kembali ke sepeda kayuh atau jalan kaki, melainkan bertambahnya perjalanan mobil.
Alternatif: Pelatihan Keselamatan, Bukan Larangan Total
Tidak semua distrik memilih jalur larangan. Kabupaten tetangga, Osceola County, justru bermitra dengan kantor sheriff setempat untuk mengadakan kelas keselamatan e-bike. Program ini mengajarkan aturan lalu lintas dan teknik berkendara defensif alih-alih melarang kendaraan sepenuhnya.
Pemerintah daerah juga mempertimbangkan kewajiban helm, pembatasan kecepatan di sekitar pejalan kaki, dan penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat. Perluasan kursus keselamatan e-bike secara daring dan luring kerap disebut sebagai contoh pendekatan yang mendorong adopsi kendaraan listrik mikro namun tetap melindungi pengendara muda.
Seorang komentator di forum diskusi menulis, "Anak-anak sudah bersepeda ke sekolah sejak 60 tahun lalu. Langkah logis pertama adalah menegakkan hukum lalu lintas, baik bagi pengendara sepeda maupun pengemudi mobil. Kenapa polisi tidak ikut naik e-bike dan menilang pengemudi yang gagal memberi jalan?"
Perdebatan ini menyoroti dilema yang lebih besar: jalan-jalan di Amerika dirancang untuk mobil, bukan untuk kendaraan mikro. Ketika anak-anak terluka atau tewas, sepeda atau skuter listriklah yang disalahkan, bukan infrastruktur atau perilaku pengemudi. Keputusan Orange County pekan ini akan menjadi ujian bagi arah kebijakan mobilitas anak muda di AS.