TIDORE — Sebanyak 68 sekolah di Maluku Utara masuk daftar revitalisasi menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran Rp53 miliar. Selain itu, 75 sekolah lainnya menerima program serupa melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp92 miliar.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi SMAN 5 Tidore Kepulauan. Dalam kunjungan itu, ia didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara serta Kepala SMAN 5 Tidore Kepulauan.
Auditorium SMAN 5 Tikep Menelan Anggaran Rp3,7 Miliar
Sejumlah proyek yang dibiayai melalui program tersebut di antaranya pembangunan auditorium SMAN 5 Tidore Kepulauan senilai Rp3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp3 miliar, dan gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar.
Kemudian auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar, serta pembangunan tiga ruang kelas SMAN 8 Ternate senilai Rp1,7 miliar.
Gubernur: Kenyamanan Belajar Kunci Pendorong Prestasi Siswa
Sherly menyempatkan diri menyapa para siswa dan berkeliling melihat fasilitas sekolah yang akan direvitalisasi. Ia menilai lingkungan belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong prestasi siswa dan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
"Program revitalisasi sekolah merupakan salah satu bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah," kata Sherly, 6 Agustus 2026.
Pemerataan Akses Pendidikan Hingga Daerah Terpencil
Sherly menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan revitalisasi secara menyeluruh agar manfaatnya segera dirasakan oleh para peserta didik. Ia berharap program ini mampu memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
"Melalui program ini, kami berharap kualitas lingkungan belajar semakin baik, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana," pungkasnya.