TALIABU — Kontestasi kursi kepala desa di Pulau Taliabu mulai memanas. Masrudin H. Saleh, S.T., menjadi salah satu figur yang siap bertarung dalam Pilkades Jorjoga yang diagendakan Oktober 2026, dengan membawa misi besar memberdayakan sektor perikanan dan pertanian setempat.
Visi yang diusungnya, "Bersama Membangun Desa Jorjoga yang Selaras, Berkesinambungan, dan Sejahtera," menjadi pijakan utama untuk mendorong pembangunan yang berorientasi pada pemerintahan bersih dan partisipasi warga.
"Kami ingin membangun Desa Jorjoga yang selaras, berkesinambungan, dan sejahtera melalui pemerintahan yang transparan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta semangat musyawarah dan kebersamaan," ujar Masrudin dalam pernyataannya, Senin lalu.
Empat Misi Prioritaskan Sektor Unggulan Desa
Untuk merealisasikan visi tersebut, Masrudin menyusun empat misi strategis. Poin pertama berfokus pada pembenahan birokrasi desa, mencakup tata kelola yang jujur, transparan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik dan keterbukaan informasi.
Misi kedua menjadi perhatian utama: penguatan ekonomi masyarakat. Masrudin menilai sektor perikanan dan pertanian adalah potensi unggulan yang belum digarap maksimal di Jorjoga. Pengembangan dua sektor ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menaikkan pendapatan rumah tangga.
Kolaborasi dan Musyawarah Jadi Kunci Pembangunan
Selain soal ekonomi, Masrudin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh elemen warga. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama yang solid dari semua pihak.
Ia juga berkomitmen menjadikan musyawarah mufakat sebagai fondasi dalam setiap pengambilan keputusan. Langkah ini dinilai krusial agar kebijakan yang dihasilkan pemerintah desa benar-benar mencerminkan aspirasi warga Jorjoga, bukan sekadar keputusan sepihak.
Pilkades Jorjoga diharapkan berlangsung demokratis, aman, dan kondusif. Masyarakat pun diimbau aktif mengawal seluruh tahapan pemilihan serta mencermati visi, misi, dan program kerja setiap calon kepala desa sebelum menentukan pilihan pada Oktober 2026 mendatang.