Pencarian

Edukasi Gizi Ibu Hamil dan Balita di Solo: Investasi 1000 Hari Pertama untuk Cegah Stunting

Jumat, 31 Juli 2026 • 08:57:01 WIB
Edukasi Gizi Ibu Hamil dan Balita di Solo: Investasi 1000 Hari Pertama untuk Cegah Stunting
Ratusan ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan mengikuti edukasi gizi di Aula Kantor Kecamatan Serengan, Solo, Selasa (28/7/2026).

MALUKU UTARA — Memenuhi kebutuhan gizi anak bukan sekadar memberi makan, tetapi merupakan fondasi utama tumbuh kembangnya di masa depan. Hal ini yang menjadi sorotan dalam kegiatan edukasi bertajuk "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang digelar Rotary Clubs of Solo di Aula Kantor Kecamatan Serengan, Selasa (28/7/2026).

Acara ini menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo, Venessa Winastesia, dokter dari RS Indriati Solo Baru, serta demo memasak menu bergizi dari Hotel Horison Aziza Solo. Ratusan ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan hadir dengan antusias.

Mengapa 1000 Hari Pertama Menentukan Masa Depan Anak?

Venessa menegaskan bahwa investasi terbesar untuk anak tidak hanya pendidikan, tetapi juga pemenuhan gizi. Periode kritis yang disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimulai sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Investasi terbesar pada anak bukan hanya pendidikan, tetapi juga pemenuhan gizi. Menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan anak dapat dimulai dengan memberikan gizi terbaik sejak masa kehamilan," ujarnya dalam sambutan.

Pada fase ini, kekurangan gizi kronis atau infeksi berulang dapat menyebabkan stunting. Kondisi ini tidak hanya membuat tinggi badan anak berada di bawah kurva normal, tetapi juga mengganggu perkembangan otak, kemampuan kognitif, dan daya tahan tubuh.

ASI Eksklusif dan MPASI: Kunci Nutrisi Awal yang Tepat

Venessa mengingatkan para ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. ASI mampu melindungi kesehatan bayi, mendukung perkembangan otak, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh tanpa tambahan makanan lain.

Setelah usia enam bulan, orang tua dianjurkan mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Panduannya mengacu pada konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan, dengan komposisi seimbang antara makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah dalam satu piring.

Sinergi Semua Pihak untuk Menekan Angka Stunting

Assistant Governor Rotary, Metty Indriasari, menilai persoalan gizi dan stunting masih menjadi tantangan bersama. Menurutnya, stunting berkaitan erat dengan kemampuan belajar dan produktivitas anak kelak, bukan sekadar masalah tinggi badan.

"Perhatian terhadap kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," kata Metty.

Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, bukan sekadar seremoni. Semangat Service Above Self yang dipegang Rotary diwujudkan melalui aksi nyata di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan, dengan harapan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus terjalin.

Perhatian Khusus yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Selain memastikan asupan gizi, orang tua perlu memantau pertumbuhan anak secara berkala. Jika berat atau tinggi badan anak tidak sesuai kurva pertumbuhan normal, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Penyebab stunting juga bisa berasal dari buruknya sanitasi lingkungan. Pastikan anak mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.

Masa emas pertumbuhan tidak akan terulang. Dengan memberikan perhatian penuh pada gizi sejak kehamilan, ibu telah meletakkan fondasi kuat bagi kesehatan dan masa depan si kecil.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks