MALUKU UTARA — Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian ini bukan sekadar angka. Menurutnya, keberhasilan menyerap 3,5 juta ton beras merupakan hasil kerja gotong-royong antara petani, penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, mitra kerja Bulog, hingga pemerintah pusat dan daerah.
“Alhamdulillah, hingga 24 Juli 2026 pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri telah mencapai 3,5 juta ton. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resmi, Kamis (24/7).
Stok CBP Menguat, Target Akhir September 2026
Dengan tren pengadaan yang terus naik, Bulog optimistis target 4 juta ton setara beras bakal tercapai dalam waktu dekat. Direktur Utama Bulog menegaskan, pencapaian ini akan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus membuktikan Indonesia berada di jalur tepat menuju swasembada pangan.
“BULOG optimistis target 4 juta ton akan segera tercapai. Ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menjadi wujud nyata keberhasilan bersama dalam memperkuat kemandirian pangan nasional,” tambah Ahmad Rizal.
Pemerintah menargetkan swasembada pangan berkelanjutan bisa terwujud optimal hingga akhir September 2026.
Setelah Target Tercapai, Bulog Tak Berhenti Serap Gabah
Yang menarik, Bulog memastikan tidak akan menghentikan penyerapan gabah dan beras petani begitu target 4 juta ton terpenuhi. Sebaliknya, perusahaan pelat merah ini akan terus mengoptimalkan penyerapan sesuai ketersediaan produksi nasional.
“Komitmen BULOG adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin,” tegas Ahmad Rizal.
Langkah ini penting untuk menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani. Dengan begitu, kesejahteraan petani ikut terdongkrak, sementara cadangan beras pemerintah semakin besar sebagai instrumen menjaga stabilitas pangan nasional.
Sinergi Jadi Kunci
Ke depan, Bulog akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di berbagai wilayah sentra produksi. Menurut Ahmad Rizal, kolaborasi yang terjalin optimal menjadi fondasi kuat mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berdaulat di bidang pangan.
Capaian 3,5 juta ton ini sekaligus menjadi indikator bahwa program pengadaan beras dalam negeri tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga berdampak langsung pada petani dan ketahanan pangan nasional.