Pencarian

Penjualan Mobil Listrik Tembus 20% di 2026, CEO BYD Haka Auto Sebut Pasar Mulai Beralih

Senin, 27 Juli 2026 • 08:55:01 WIB
Penjualan Mobil Listrik Tembus 20% di 2026, CEO BYD Haka Auto Sebut Pasar Mulai Beralih
Penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 20 persen dari total penjualan mobil baru pada tahun 2026.

MALUKU UTARA — Data terbaru dari talkshow BYD bertajuk “Mobilitas Masa Depan Dimulai Hari Ini” di Makassar, Minggu (26/7/2026), mengungkapkan bahwa satu dari lima mobil baru yang terjual di Indonesia kini bertenaga listrik. Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto – dealer resmi BYD, menyebut angka itu naik lima persen dalam setahun.

“Tahun ini sekitar 20 persen penjualan mobil baru sudah merupakan kendaraan listrik. Tahun sebelumnya masih di bawah 15 persen. Pertumbuhannya benar-benar eksponensial,” ujar Hariyadi dalam sambutannya.

Efek Domestik: Kurangi Impor BBM dan Polusi

Menurut Hariyadi, peralihan ke EV tidak semata soal efisiensi individu. Ia menyoroti dampak makro: ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak bisa ditekan. “Kendaraan listrik menggunakan sumber energi yang kita miliki sendiri – air, angin, tenaga surya. Kalau mayoritas kendaraan sudah pakai listrik, dampak fluktuasi harga minyak global ke kita akan jauh lebih kecil,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa EV masih barang mahal. “Perkembangan teknologi membuat harganya semakin kompetitif dibanding mobil konvensional,” kata Hariyadi. Ditambah, pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tidak lagi perlu didorong pemerintah – swasta mulai melihat bisnis ini menguntungkan.

Infrastruktur SPKLU Menggeliat, Jaringan Dealer Melebar

“Tanpa harus didorong lagi, banyak perusahaan swasta yang melihat bisnis stasiun pengisian kendaraan listrik sebagai peluang yang menjanjikan. Pembangunan SPKLU akan terus bertambah,” ujar Hariyadi. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa adopsi EV tidak akan terhambat infrastruktur.

Di sisi distribusi, Haka Auto telah memperluas jaringan layanan ke berbagai wilayah dalam dua tahun terakhir. “Alhamdulillah, hingga saat ini jaringan kami sudah tersebar dan akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” pungkasnya.

Implikasi bagi Konsumen: Waktu yang Tepat Beralih?

Data 20% ini menegaskan bahwa EV bukan lagi produk pinggiran. Dengan harga yang kian setara, biaya operasional lebih rendah, dan SPKLU yang terus menjamur, pilihan untuk beralih ke mobil listrik kini lebih rasional. Apalagi, kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional menjadi nilai tambah kolektif.

Hariyadi menutup dengan optimisme bahwa tren ini akan terus berlanjut, didukung oleh kesadaran masyarakat dan infrastruktur yang semakin matang. “Masa depan mobilitas Indonesia sesungguhnya telah dimulai saat ini,” katanya.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gosulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks