Pencarian

RI dan Korea Selatan Sepakat Percepat Kemitraan Strategis, Investasi Galangan Kapal Jadi Prioritas

Senin, 27 Juli 2026 • 00:12:01 WIB
RI dan Korea Selatan Sepakat Percepat Kemitraan Strategis, Investasi Galangan Kapal Jadi Prioritas
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu Korea Selatan Cho Hyun berjabat tangan usai pertemuan bilateral di Manila, Minggu (26/7/2026).

MALUKU UTARA — Pemerintah Korea Selatan berkomitmen mendorong perusahaannya untuk membangun galangan kapal (shipyard) di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mendukung produksi kapal komersial besar dan menengah, sekaligus memperkuat daya saing industri maritim nasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung Menlu Cho Hyun saat bertemu Menlu Sugiono di Manila.

Investasi Galangan Kapal Jadi Prioritas

Menlu Cho Hyun menegaskan bahwa investasi di sektor perkapalan menjadi bagian dari percepatan kemitraan strategis kedua negara. Galangan kapal yang akan dibangun ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan regional. "Indonesia siap untuk terus bekerja sama erat dengan Republik Korea guna menghasilkan kerja sama konkret," ujar Sugiono dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Minggu (26/7/2026).

Tiga Sektor Utama yang Dikebut

Selain investasi, percepatan kemitraan juga difokuskan pada sektor pertahanan dan energi. Kedua menlu sepakat menindaklanjuti kunjungan Presiden RI ke Korea Selatan pada April lalu dengan merealisasikan rancangan kerja sama yang telah disusun pemimpin kedua negara. Sektor pertahanan mencakup alih teknologi dan industri militer, sedangkan energi meliputi transisi energi dan infrastruktur.

Pertemuan di Manila ini menjadi kelanjutan dari komitmen tingkat tinggi yang telah dibangun sebelumnya. Baik Indonesia maupun Korea Selatan memiliki kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik yang membutuhkan kolaborasi erat.

Isu Global dan Peran Indonesia

Dalam forum bilateral itu, kedua diplomat juga membahas dinamika global, termasuk situasi di Iran dan stabilitas Semenanjung Korea. Menlu Cho Hyun mengapresiasi peran konstruktif Indonesia dalam mendorong de-eskalasi konflik di Iran. Selain itu, penguatan sistem multilateralisme dan tatanan internasional berbasis hukum (rule-based order) menjadi poin penting yang disepakati bersama.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai negara besar di Asia Tenggara yang mampu menjembatani dialog internasional. Dukungan Korea Selatan terhadap peran itu menunjukkan kepercayaan terhadap diplomasi RI di forum global.

Pernyataan Menlu RI: Siap Wujudkan Kerja Sama Konkret

Menlu Sugiono menekankan kesiapan Indonesia untuk terus mempererat kemitraan yang substantif. "Indonesia siap untuk terus bekerja sama erat dengan Republik Korea guna menghasilkan kerja sama konkret," tegasnya dalam siaran pers. Pertemuan bilateral ini menjadi cerminan komitmen kuat kedua negara demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Pelaksanaan percepatan kemitraan strategis ini akan dipantau melalui mekanisme pertemuan tingkat menteri dan pejabat tinggi berikutnya. Target implementasi beberapa proyek, termasuk galangan kapal, diharapkan mulai terlihat dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks