Pencarian

Saab 9-3 SE 2001 Juru Kunci Uji Perbandingan Enam Sport Sedan Premium

Minggu, 26 Juli 2026 • 15:25:01 WIB
Saab 9-3 SE 2001 Juru Kunci Uji Perbandingan Enam Sport Sedan Premium

MALUKU UTARA — Dalam uji perbandingan yang dimuat edisi Januari 2001, Car and Driver mengadu enam sport sedan dengan rentang harga sekitar Rp 480–560 juta (estimasi kurs saat ini). Saab 9-3 SE, yang merupakan pengembangan dari Saab 900 generasi 1994, menjadi satu-satunya peserta dengan mesin turbo empat silinder 2.0 liter. Tenaga 205 hp pada 5.500 rpm menjadikannya yang kedua tercepat akselerasi 0–100 km/jam (6,8 detik) dan kecepatan quarter mile 150 km/jam. Namun, masalah muncul begitu jalanan berkelok.

Mesin Bertenaga Besar, Tapi Handling Bermasalah

Suspensi Saab 9-3 terasa keras dan kaku. Saat melibas tikungan cepat di aspal bergelombang, suspensi mudah mentok, setir terasa hentak-hentak, dan mobil kehilangan kendali. Redaksi Car and Driver menulis bahwa “petualangan” berkendara menjadi terlalu tinggi. Masalah torque steer—tarikan setir akibat torsi mesin—juga muncul signifikan, terutama di permukaan kurang rata.

Dulu, perilaku kasar semacam ini masih dimaklumi sebagai konsekuensi tenaga besar di mobil kecil. Tapi di tahun 2001, kompetisi sudah jauh lebih baik. Saab 9-3 yang didasarkan pada platform lama 1994 itu jelas tertinggal dalam hal refinement dan handling.

Front-Wheel Drive dan Turbo: Kombinasi Bermasalah

Menariknya, dari keenam mobil, hanya Saab dan Volvo yang menggunakan penggerak depan. Saab turbo, dengan tenaga besar, menjadi yang paling sulit dikendalikan. Redaksi mengamati bahwa kedua mobil turbo (Saab dan Volvo) justru menggunakan sistem penggerak yang paling tidak mampu mengelola torsi turbo. “Curious,” tulis mereka.

Sebagai perbandingan, Volvo S60 T5 dengan 247 hp juga menggunakan front-wheel drive, tetapi mendapat nilai lebih baik berkat platform yang lebih modern dan suspensi yang lebih matang. Saab 9-3 SE, sebaliknya, harus puas dengan peringkat terakhir.

Interior dan Fitur Standar: Tidak Banyak yang Bisa Dibanggakan

Meski tidak disebut rinci, Saab 9-3 SE masih menawarkan interior khas Saab dengan kursi depan yang ergonomis. Namun, dalam hal kualitas material dan ruang kabin, ia kalah dari pesaing Jerman seperti BMW 325i dan Audi A4 yang lebih modern. Tidak ada data spesifik soal fitur, tapi bobot dan dimensi yang lebih kecil juga tidak membantu.

Hasil uji perbandingan ini jelas menunjukkan bahwa Saab 9-3 saat itu sudah terlalu lama berusia. Mesin turbo yang bertenaga memang menyenangkan di lintasan lurus, tapi dalam paket sport sedan yang utuh, Saab gagal mengimbangi rival-rivalnya yang lebih anyar dan lebih seimbang. Bagi pembeli yang mencari keseimbangan antara performa, handling, dan kenyamanan, Saab 9-3 bukanlah pilihan utama.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks