TERNATE — Kebangkitan Persiter Ternate, klub sepak bola tertua di Maluku Utara, mulai memasuki tahap konkret. Pemerintah Kota Ternate bersama legenda klub, Asprov PSSI, dan pemilik klub sepakat membentuk badan hukum PT yang pengelolaannya akan berada di bawah PT Malut Maju Sejahtera (MMS). Langkah ini menjadi syarat utama agar klub bisa kembali berlaga di kompetisi resmi.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan proses pembentukan badan hukum Persiter sudah mencapai 90 persen. Setelah itu, Pemkot akan menyusun struktur manajemen klub dan membuka seleksi pemain yang dijadwalkan berlangsung bulan depan, menunggu regulasi kompetisi dari Asprov PSSI Maluku Utara.
Mengapa Pemkot Tidak Bisa Lagi Pakai APBD untuk Klub?
Rizal menjelaskan bahwa regulasi sepak bola nasional saat ini tidak lagi memperbolehkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai klub profesional. Oleh karena itu, seluruh kebutuhan operasional tim akan ditanggung oleh PT MMS. “Intinya kami ingin membangkitkan kembali Persiter Ternate, sehingga Stadion Gelora Kie Raha bisa kembali berfungsi sebagai home base Persiter,” kata Rizal kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Target: Dari Liga 4 ke Liga 1
Persiter akan memulai perjalanan dari Liga 4. Pemkot menargetkan promosi bertahap ke Liga 3, Liga 2, dan suatu saat kembali ke kasta tertinggi Liga 1. “Kita mulai dari Liga 4. Mudah-mudahan bisa naik ke Liga 3, kemudian Liga 2, dan suatu saat kembali ke Liga 1. Itu harapan kita semua,” ujar Rizal.
Sebagai pemanasan menuju kompetisi yang dijadwalkan bergulir pada awal 2027, Pemkot juga merencanakan Turnamen Piala Wali Kota. Jadwalnya masih disesuaikan, antara November atau Desember 2026.
Stadion Gelora Kie Raha Kembali Dirawat
Operasional Stadion Gelora Kie Raha, markas legendaris Persiter, dipastikan mendapat dukungan penuh dari PT MMS. Perusahaan tersebut telah menginstruksikan perawatan fasilitas, termasuk lapangan, genset, dan sarana pendukung lainnya. Pemkot juga akan me