Pencarian

Kebakaran Gedung Bapenda Lumpuhkan Sistem Lampu Lalu Lintas, Pramono Terjunkan Personel untuk Atur Lalin Manual

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 13:38:31 WIB
Kebakaran Gedung Bapenda Lumpuhkan Sistem Lampu Lalu Lintas, Pramono Terjunkan Personel untuk Atur Lalin Manual
Personel Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas secara manual di persimpangan terdampak kebakaran Gedung Bapenda.

MALUKU UTARA — Kebakaran yang menghanguskan gedung Bapenda DKI Jakarta pada Selasa (19/8) ternyata tidak hanya melumpuhkan data pendapatan daerah, tetapi juga ikut memutus sistem pengaturan lalu lintas (lalin) yang terpusat di gedung tersebut. Dampaknya, pengaturan lampu lalu lintas di berbagai persimpangan Ibu Kota kini dioperasikan secara manual oleh petugas di lapangan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak dengan menambah jumlah personel untuk mengurai potensi kemacetan di titik-titik yang sistem persinyalannya terganggu. "Sistem pengaturan lalu lintas ikut terdampak kebakaran gedung Bapenda. Pengaturan kini dilakukan manual dengan penambahan personel," ujar Pramono di lokasi kebakaran, Selasa malam.

Personel Dikerahkan di Titik Rawan Macet

Penambahan personel difokuskan pada persimpangan utama yang biasanya memiliki volume kendaraan tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti personel yang diterjunkan, namun Pramono memastikan seluruh sumber daya yang ada akan dikerahkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga dikabarkan tengah berupaya menyiapkan unit pengatur lalu lintas sementara atau mobile untuk menggantikan fungsi lampu merah yang mati. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai estimasi waktu pemulihan sistem.

Gedung Bapenda Terbakar, Data PAD Terancam

Kebakaran yang melanda gedung Bapenda DKI Jakarta terjadi pada Selasa sore. Api dilaporkan pertama kali muncul dari lantai atas gedung sebelum akhirnya membesar dan melahap sejumlah ruangan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Selain mengganggu sistem transportasi, peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan data pendapatan asli daerah (PAD) yang tersimpan di dalam gedung. Hingga saat ini, pihak Bapenda belum memberikan pernyataan resmi mengenai potensi kerugian material maupun digital akibat kebakaran tersebut.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di salah satu ruangan, namun keterangan tersebut masih bersifat awal dan menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang lebih mendalam.

Pramono Anung memastikan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aset dan infrastruktur penting pasca-kejadian ini. "Yang terpenting saat ini adalah penanganan dampaknya, baik untuk warga maupun kelancaran aktivitas kota," pungkasnya.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks