WASILE TIMUR — Program pengembangan komoditas pangan strategis di Halmahera Timur memasuki babak baru. Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara bersama Pemkab Halmahera Timur tidak hanya menanam bawang merah, tetapi juga memanen raya padi di lokasi yang sama, menandai penguatan ekosistem pertanian terintegrasi yang melibatkan pondok pesantren dan kelompok tani.
Kegiatan ini menjadi jawaban atas tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Dengan pendampingan tenaga ahli sejak penanaman hingga panen, masa budidaya bawang merah varietas Bima Brebes diperkirakan berlangsung 55 hingga 65 hari.
Demplot Satu Hektare dan Perluasan Lahan Pesantren
Lahan demplot seluas satu hektare itu dibagi menjadi empat petak, masing-masing seluas 0,25 hektare. Seluruh proses budidaya akan dipantau ketat untuk memastikan target produksi tercapai.
Di sisi lain, program kemandirian pangan pesantren menunjukkan perkembangan signifikan. Lahan budidaya padi di Pondok Pesantren Ibadurrahman yang semula satu hektare pada 2025, kini melebar menjadi enam hektare dengan konsep pertanian terintegrasi. Produktivitas panen diperkirakan mencapai 5 hingga 6 ton gabah per hektare.
Dukungan BI: Dari Traktor hingga Unit Air Minum
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, menegaskan komitmen institusinya sebagai strategic orchestrator dalam penguatan sektor pertanian. Bantuan yang disalurkan secara bertahap mencakup pembangunan sarana pertanian, Rice Milling Unit (RMU), mesin tanam padi, combine harvester, hingga pelatihan hilirisasi bawang merah.
“Bank Indonesia berkomitmen mendukung penguatan sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pondok pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan. Kami berperan sebagai strategic orchestrator untuk mendorong peningkatan produktivitas komoditas pangan strategis, memperkuat rantai pasok, serta membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” ujar Fadhil.
Pada 2026, dukungan tersebut diperluas melalui Program AIR Berkah Indonesia. Program ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan bantuan unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) bagi pesantren.
Pendampingan Petani Sejak 2014
Sinergi BI dengan Pemkab Halmahera Timur bukan pekerjaan dadakan. Sejak 2014, kelompok tani telah didampingi melalui penyediaan laboratorium pertanian, rumah pengering, kandang sapi, traktor, hingga berbagai sarana pertanian modern lainnya.
Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, mengapresiasi konsistensi BI Maluku Utara. Menurutnya, bantuan yang diberikan berulang kali ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan bagi kelompok tani lain.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Maluku Utara. Ini bukan pertama kali, karena sudah berulang kali memberikan bantuan sarana pertanian kepada petani di Halmahera Timur,” kata Anjas.
“Semoga program ini berhasil. Kalau berhasil, model seperti ini bisa diterapkan kepada kelompok-kelompok tani lainnya di Halmahera Timur,” pungkasnya.