MOROTAI — Enam penghargaan yang diraih Pemkab Pulau Morotai itu mencakup UHC Awards 2026 Kategori Madya, insentif Rp3 miliar dari Kemendagri, hingga apresiasi dari Kejaksaan Agung RI. Deretan prestasi ini berjalan beriringan dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 65,68 pada 2024 menjadi 67,86 pada 2025.
Bupati Rusli Sibua menyebut seluruh pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, bukan tujuan akhir.
“Seluruh penghargaan dan capaian ini adalah buah dari kerja sama semua pihak. Ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta mewujudkan Kabupaten Pulau Morotai yang lebih adil, unggul, dan sejahtera,” kata Rusli, Jumat, 31 Juli 2026.
Rincian Enam Penghargaan yang Diraih Morotai
Dari enam penghargaan tersebut, dua di antaranya datang dari sektor kesehatan dan pengelolaan keuangan. Morotai menerima UHC Awards 2026 Kategori Madya setelah cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melampaui 98 persen.
Di bidang keuangan, pemerintah daerah kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kesembilan kali secara berturut-turut atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2025.
Insentif Rp3 Miliar untuk Penanganan Kemiskinan dan Stunting
Kementerian Dalam Negeri memberikan insentif senilai Rp3 miliar atas keberhasilan Morotai dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penurunan prevalensi stunting. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI memberikan penghargaan atas komitmen pemkab dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan.
Kejaksaan Agung RI turut memberikan apresiasi kepada Pemkab Morotai atas upaya pencegahan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa. Morotai juga meraih Penghargaan Terbaik II Jamsostek Award Provinsi Maluku Utara 2026 berkat komitmen memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
IPM Morotai Naik 2,18 Poin dalam Setahun
Kenaikan IPM dari 65,68 menjadi 67,86 mencerminkan perkembangan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka ini menjadi indikator perbaikan kualitas hidup warga Pulau Morotai secara menyeluruh.
Rusli menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mempertahankan berbagai capaian tersebut sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Sehingga pembangunan di Morotai dapat berjalan secara berkelanjutan,” tutupnya.