JUDUL: Xbox Mati Total 16 Jam, Game Fisik Sekalipun Tak Bisa Dimainkan — Microsoft Akui Ada Masalah Lisensi LEAD: Gangguan besar melanda layanan Xbox selama 16 jam pada akhir pekan lalu, membuat konsol generasi ketiga — dari Xbox 360, Xbox One, hingga Xbox Series X|S — tidak bisa memainkan game apa pun, termasuk judul fisik yang ada di dalam tray. Ini bukan sekadar server down biasa: sistem verifikasi lisensi yang menjadi fondasi platform tersebut gagal berfungsi, mengunci akses ke seluruh perpustakaan game dan proses sign-in pengguna. Bagi pemilik Xbox di Indonesia, insiden ini jadi pengingat pahit bahwa kepemilikan game digital maupun fisik kini sepenuhnya bergantung pada server Microsoft.
Server Down Bukan Lagi Sekadar Gangguan Online
Pemadaman dimulai pada Minggu (26/7) malam waktu Amerika dan baru pulih pada Senin (27/7) pukul 14.30 PDT, atau sekitar pukul 04.30 WIB keesokan harinya. Dalam pernyataan resmi di platform X, Chief Technology Officer Xbox Scott Van Vliet menjelaskan bahwa akar masalahnya ada pada layanan lisensi yang berada di luar sistem Xbox — semacam gerbang izin digital yang harus dicek setiap kali pengguna ingin masuk, melihat daftar game, atau meluncurkan judul apa pun.
“Semua yang membutuhkan pemeriksaan entitlement menjadi rusak,” tulis Van Vliet, “termasuk menampilkan pustaka lengkap dan meluncurkan game yang sudah dimiliki.”
Yang membuat insiden ini luar biasa adalah ketidakmampuan konsol membaca game fisik sekalipun. Microsoft sendiri mendokumentasikan bahwa disk Xbox One dan Series X|S bukan media bootable — cakram hanya berisi paket XVC terenkripsi yang harus diverifikasi lisensinya secara online. Tanpa koneksi ke server lisensi, disk di dalam tray sama tidak bergunanya dengan file digital yang terkunci.