Pencarian

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sidak SMAN 1 Halmahera Tengah, Semprot Kepsek Soal Lampu Mati dan Toilet Rusak Meski Dana Rp 1 Miliar Mengalir

Selasa, 28 Juli 2026 • 09:59:31 WIB
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sidak SMAN 1 Halmahera Tengah, Semprot Kepsek Soal Lampu Mati dan Toilet Rusak Meski Dana Rp 1 Miliar Mengalir
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meninjau langsung kondisi SMAN 1 Halmahera Tengah yang mengalami kerusakan fasilitas.

SOFIFI — Kekecewaan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda tak terbendung saat meninjau langsung kondisi SMAN 1 Halmahera Tengah. Alih-alih menemukan ruang belajar yang representatif, ia justru mendapati lampu kelas mati dan toilet siswa gelap serta tak bisa digunakan. Yang lebih memprihatinkan, kerusakan itu sudah berlangsung hampir satu tahun dan dikeluhkan para siswa.

Dalam dialog yang terekam dan beredar di akun TikTok pribadinya, Sherly langsung menegur Kepala SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib. "Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?" ucapnya dengan nada tinggi di hadapan para guru dan siswa.

Anggaran Rp 946 Juta Plus Rp 120 Juta, Fasilitas Dasar Macet

Kepala sekolah yang baru menjabat sekitar dua bulan itu mengakui bahwa sekolahnya menerima BOSP dari pemerintah pusat sebesar Rp 946 juta dalam setahun. Selain itu, ada tambahan BOSDa dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara senilai Rp 120 juta. Totalnya nyaris menyentuh angka Rp 1 miliar.

Namun, di lapangan, sejumlah persoalan mendasar masih menganga. Lampu kelas putus dan belum diganti, toilet siswa gelap gulita, hingga septic tank dan papan tulis yang rusak. Bendahara sekolah, menurut pengakuan Abdul Kadir, sebenarnya sudah membeli perlengkapan lampu, tetapi hingga sidak dilakukan, barang tersebut belum juga dipasang.

Sherly: Tugas Bapak Menyelesaikan Masalah, Bukan Mendiamkan

Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu tak main-main. Ia menegaskan bahwa tugas kepala sekolah dan guru bukan hanya mengurus administrasi, melainkan memastikan lingkungan belajar layak bagi siswa. "Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah," tegas Sherly dalam sidak tersebut.

Ia pun memberi tenggat waktu tegas. "Coba Bapak inventaris saya mau laporkan minggu ini dalam satu minggu kalau lampu, kipas angin dan septic tank belum beres DM saya," ungkapnya, menantang sang kepala sekolah untuk segera bertindak. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan para siswa yang selama ini menjadi korban kelambanan perbaikan.

Mengapa Lampu dan Toilet Bisa Rusak Setahun?

Kasus ini membuka tabir lemahnya pengelolaan dana operasional di tingkat satuan pendidikan. Dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah per tahun, persoalan seperti lampu putus atau toilet mampet seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan jam, bukan tahun. Sherly menyoroti bahwa anggaran yang dialokasikan pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya melalui fasilitas belajar yang nyaman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara terkait tindak lanjut sidak tersebut. Namun, sikap tegas Sherly Tjoanda menjadi sinyal keras bagi jajaran kepala sekolah di seluruh Maluku Utara bahwa kelalaian menangani fasilitas dasar tak akan ditoleransi.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks