TERNATE — Tujuh program prioritas yang diluncurkan Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman bukan sekadar jargon seremonial. Program-program ini menjadi peta jalan baru bagi jajaran kepolisian di daerah, yang mencakup pengamanan kawasan kepulauan hingga transformasi layanan berbasis digital.
Arif menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan satu kesatuan untuk menghadirkan Polri yang prediktif, responsibilitas, transparan, dan berkeadilan. Ia menyebut tugas kepolisian tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat mendapat rasa aman dan ruang berpartisipasi menjaga keamanan daerah.
Dari ketujuh program yang dicanangkan, empat di antaranya menyasar langsung pada stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi. Program Kie Raha Aman diarahkan untuk menjaga ketertiban di seluruh wilayah kepulauan melalui patroli dan pelibatan aktif masyarakat.
Sementara itu, program Investasi Aman Maluku Utara hadir untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Langkah ini menjadi dukungan nyata kepolisian terhadap pembangunan ekonomi daerah yang tengah bergerak cepat, terutama di sektor sumber daya alam dan pariwisata.
Di tingkat akar rumput, program Desa Binaan Presisi memperkuat kemitraan antara polisi, pemerintah desa, dan warga. Tujuannya membangun desa yang aman, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Memasuki era digital, Polda Maluku Utara meluncurkan program Polisi Digital Maluku Utara. Layanan ini mengoptimalkan teknologi untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses warga, tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok muda melalui program Generasi Emas Kie Raha & Bebas Narkoba. Program ini disiapkan sebagai langkah preventif membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter, sekaligus menjauhkan pelajar dari penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Dua program terakhir menekankan pada aspek pelayanan dan kedekatan emosional dengan warga. Program Polri Melayani dengan Hati mengedepankan pelayanan yang humanis, cepat, dan berintegritas dengan mengutamakan empati serta kepuasan masyarakat.
Sedangkan program Satu Hari Bersama Masyarakat menjadi instrumen untuk membangun kepercayaan publik. Melalui komunikasi langsung dan penyelesaian persoalan di tengah warga, polisi diharapkan tidak lagi terkesan eksklusif, melainkan menjadi bagian dari solusi keseharian masyarakat.
“Mari moi, baku jaga bumi Kie Raha aman, rukun dan sejahtera,” ujar Arif, Senin (10/8/2026), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan di wilayah Maluku Utara.
Kapolda menambahkan, kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan sebagai bagian dari upaya bersama membangun Maluku Utara. Ia berharap program-program ini mampu mendorong polisi yang lebih dekat, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada publik.