MALUKU UTARA — Kebakaran hebat yang melanda gedung Bapenda DKI Jakarta sejak pukul 21.30 WIB memaksa Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menaikkan status pengerahan pasukan secara bertahap. Dari laporan awal yang hanya menerjunkan dua unit dengan 10 personel, kekuatan dipertebal menjadi 20 unit yang terdiri dari 17 unit jenis pompa (JP) dan tiga unit suplai air (pati kendal).
"Pengerahan unit/personel: 20 unit/100 personel (17 unit JP; 3 unit pati kendal)," tulis Command Center Damkar Jakarta dalam laporan resminya, Jumat (7/8/2026).
Video yang beredar di masyarakat menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi dari gedung yang menjadi salah satu pusat pengelolaan pendapatan daerah tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti api pertama kali muncul, serta apakah ada pegawai atau pengunjung yang menjadi korban dalam insiden ini.
Situasi di lapangan masih dinamis. "Dalam proses pemadaman (merah)," demikian bunyi keterangan singkat Command Center yang dirilis saat operasi masih berlangsung, menandakan upaya penjinakan api belum sepenuhnya berhasil.
Gedung Bapenda DKI merupakan salah satu aset vital milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain menjadi kantor administrasi, bangunan ini menyimpan basis data wajib pajak daerah, termasuk data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor yang dikelola. Kebakaran ini otomatis memicu kekhawatiran mengenai keamanan arsip dan server data digital yang tersimpan di dalamnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Bapenda DKI maupun Dinas Gulkarmat terkait taksiran kerugian materiil dan upaya penyelamatan data. Tim pemadam masih berjibaku dengan api yang sulit dipadamkan, diduga karena material bangunan dan jaringan listrik internal yang kompleks. Petugas juga terlihat membatasi akses warga dan kendaraan di sekitar Jalan Abdul Muis untuk memberi ruang gerak bagi operasi pemadaman.
Insiden ini menjadi ujian bagi kesiapsiagaan tim damkar DKI yang kerap menangani kebakaran gedung bertingkat di pusat kota. Publik kini menanti hasil investigasi menyeluruh dari pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mengungkap titik api pertama serta mengevaluasi standar keselamatan gedung perkantoran milik pemerintah.