MALUKU UTARA — Kabar baik bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. PT Pertamina Patra Niaga memutuskan untuk menurunkan harga jual seluruh lini Pertamax Series mulai 1 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika harga minyak global dan upaya menjaga daya beli masyarakat.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, pada Jumat (31/7/2026). "Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara.
Penurunan harga berlaku untuk tiga jenis BBM, yakni Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga untuk Dex Series dipastikan tetap atau tidak mengalami perubahan. Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga terbarunya kini lebih ramah di kantong.
Di sisi lain, harga BBM subsidi dan penugasan seperti Pertalite dan Biosolar juga masih dipertahankan stabil. Langkah ini menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga ketersediaan pasokan energi nasional sekaligus meringankan beban pengguna kendaraan bermotor di tengah tekanan ekonomi.
Penurunan ini terbilang dinantikan. Sebelumnya, harga Pertamax dan Pertamax Green sempat mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026 lalu. Saat itu, pemerintah menahan harga BBM yang sempat melonjak tajam akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang mengguncang pasar energi global.
Kini, dengan adanya penyesuaian ini, konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi bisa sedikit bernapas lega. Harga Pertamax Series yang lebih rendah diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional kendaraan, baik untuk mobilitas harian maupun aktivitas usaha kecil yang bergantung pada transportasi.
Kitty menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyediakan energi berkualitas dengan keandalan pasokan yang terjaga. "Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menyediakan energi berkualitas, menjaga keandalan pasokan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia," tegasnya.
Dengan berlakunya harga baru ini, Pertamina berharap konsumen tetap mendapatkan produk dengan kualitas terbaik. Perubahan harga ini juga menjadi sinyal positif bahwa mekanisme pasar dan arahan pemerintah berjalan seiring untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.