HALBAR — Aktivitas vulkanik Gunung Api Ibu kembali meningkat. Letusan terjadi pada Jumat (31/7/2026) pukul 00.30 WIT dengan ketinggian kolom abu teramati 500 meter dari puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara.
Berdasarkan rilis Kantor Pengamatan Gunung Api Ibu, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 46 detik. Material abu yang dilontarkan kemudian tersebar dan mengguyur sejumlah permukiman warga.
Kepala BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan M.T.Ali, menyatakan dampak abu vulkanik terasa luas di Kecamatan Tabaru. Data sementara yang dihimpun pihaknya menunjukkan hampir semua desa di kecamatan tersebut terkena paparan abu.
“Dari data yang kami terima, hampir semua desa di Tabaru terkena dampak abu vulkanik,” ujar Wawan dalam keterangannya, Jumat.
Tebalnya abu yang menyelimuti jalanan dan pemukiman membuat warga kesulitan beraktivitas di luar rumah. Kondisi ini yang mendasari BPBD mengambil langkah cepat dengan membagikan masker secara langsung ke lapangan.
Pembagian masker difokuskan kepada para siswa yang bersekolah di wilayah Kecamatan Tabaru. Langkah ini diambil agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu oleh abu vulkanik yang masih beterbangan di jalan raya.
“Abunya sangat tebal, sehingga kami langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pembagian masker demi memperlancar aktivitas masyarakat di kecamatan setempat,” katanya.
“Pembagian masker ini kita fokus untuk para siswa sehingga mereka pergi ke sekolah tidak terganggu dengan abu vulkanik yang berserak di jalan raya,” tegas Wawan.
BPBD Halmahera Barat mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap waspada dan tenang. Warga diminta mengikuti arahan petugas serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Wawan menekankan pentingnya sinergi antar-instansi, pemerintah desa, dan warga dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Api Ibu. Kerja sama yang baik dinilai krusial untuk meminimalkan dampak jika aktivitas gunung kembali meningkat. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ibu untuk memantau perkembangan status gunung.