MALUKU UTARA — Pemulihan Bertahap, Bukan Langsung Normal
Pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu sempat membuat sistem pemompaan air di PT Air Minum Bersujud berhenti total. Meski aliran listrik kini sudah kembali menyala, Dwi Dibyo Raharjo menegaskan bahwa proses normalisasi tidak bisa dilakukan secara instan. Sistem perpipaan membutuhkan waktu untuk mengisi kembali reservoir utama dan menyeimbangkan tekanan di seluruh jaringan distribusi.
"Setelah listrik normal, sistem harus dipulihkan bertahap. Reservoir perlu diisi, tekanan diseimbangkan, dan ada proses pembuangan udara di titik-titik tertentu agar pipa tidak mengalami kebocoran akibat tekanan mendadak," jelas Dwi dalam keterangannya, kemarin.
Ia menambahkan, tim teknis juga diperintahkan untuk memeriksa seluruh komponen kelistrikan dan panel kontrol sebelum pompa utama dinyalakan kembali. Prosedur ini wajib dijalankan untuk mencegah kerusakan permanen pada peralatan mekanikal dan elektrikal yang bisa memperpanjang masa pemulihan.
Inspeksi Menyeluruh ke Seluruh Sektor Operasional
Dalam peninjauan tersebut, Dwi Dibyo Raharjo tidak hanya memantau dari ruang kontrol. Ia berkeliling memeriksa langsung kondisi pompa produksi, sistem pendukung kelistrikan, hingga area pengolahan air baku menjadi air bersih. Pemeriksaan ketat dilakukan untuk memastikan kualitas air yang keluar dari keran pelanggan tetap memenuhi standar, baik dari segi kejernihan maupun kontinuitas aliran.
"Kami terus memantau seluruh proses pemulihan di lapangan agar pelayanan kepada pelanggan dapat kembali normal secepat mungkin. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama kami dalam setiap langkah pelayanan," ujar Dwi di sela-sela inspeksi.
Antisipasi Gangguan Serupa di Masa Depan
Bukan hanya fokus pada pemulihan hari ini, manajemen PT Air Minum Bersujud juga menyiapkan langkah antisipasi jangka pendek. Koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) terus diperkuat, terutama untuk mendapatkan informasi lebih awal mengenai jadwal pemadaman maupun gangguan teknis yang berpotensi terjadi.
Selain itu, tim teknis akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap respons sistem terhadap fluktuasi daya listrik. Langkah ini dinilai krusial untuk memetakan titik-titik rawan di jaringan pipa yang paling terdampak ketika pasokan listrik padam, sehingga penanganan di masa depan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Komitmen pelayanan ini menjadi ujian nyata bagi PT Air Minum Bersujud sebagai salah satu penyedia layanan air minum di kawasan Batulicin. Dengan evaluasi total yang dilakukan, perusahaan menargetkan seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan air optimal dalam waktu secepatnya.