HALMAHERA TIMUR — Mario Salontahe tampil dominan sejak awal lomba. Ia membawa bendera tim Andre Connection X Besi Tua Gila Balap dan menguasai seluruh kelas yang diikutinya. Empat kelas itu meliputi Bebek Modifikasi 2T 116cc & 4T 130cc, Sport & Trail 2T 150cc & 4T 250cc, FFA Non SE, serta Bebek Standar 2T 116cc & 4T 130cc. Masing-masing kelas ia kunci dengan poin maksimal 50.
Di kelas Bebek Modifikasi 2T 116cc & 4T 130cc, Mario unggul telak atas pesaing terdekatnya, Yaellaim (Sulut) yang mengumpulkan 38 poin. Posisi ketiga dan keempat ditempati Gundil SS (Mekar Sari) dan Syaukan (Akedaga) dari MMRT Racing Team, sama-sama dengan 34 poin.
Pada kelas Sport & Trail 2T 150cc & 4T 250cc, Mario kembali memimpin. Ia mengungguli Deny Taufan (Woka Jaya/Batras) yang meraih 44 poin serta Arif Friyanto (Subaim/Lamena Mandiri) dengan 38 poin.
Kelas FFA Non SE juga tak lepas dari kendali Mario. Ia mengalahkan Deny Taufan yang duduk di posisi kedua dengan 44 poin, disusul Yaellaim dan Arif Friyanto yang sama-sama mengantongi 38 poin.
Sementara di kelas Bebek Standar 2T 116cc & 4T 130cc, Mario mengunci posisi teratas usai mengalahkan Yaellaim (42 poin), Muh Rinaldi SBD Asiz asal Subaim dari Banyuwangi Motor Community/BMC (34 poin), serta Saruf Hidayatullah asal Dakaino dari Alfian Motor (31 poin).
Gelaran yang diprakarsai Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Halmahera Timur ini bukan sekadar kompetisi balap. Ajang ini disiapkan sebagai langkah awal mendorong wilayah Haltim menjadi salah satu destinasi wisata olahraga (sport tourism) otomotif di kawasan Indonesia Timur. Kehadiran pembalap nasional seperti Mario Salontahe diharapkan mampu menarik minat peserta dari luar daerah dan meningkatkan popularitas sirkuit Baturaja.