MALUKU UTARA — Subaru tidak main-main dengan ambisinya menghidupkan kembali jajaran performa yang sempat meredup. Lewat divisi anyar bernama Sports Vehicle Planning Office (SVPO), pabrikan asal Jepang ini menyiapkan tiga mobil manual baru yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CTO Tetsuro Fujinuki dalam wawancara dengan Best Car awal Juli lalu.
Fujinuki mengungkapkan bahwa selama ini Subaru "tidak bisa mengejar tenaga besar" dengan mesin 2.4L di WRX S4 karena terbentur rata-rata konsumsi bahan bakar armada. Namun, penjualan hybrid yang meroket dan popularitas model listrik terbaru memberikan ruang napas. Kini perusahaan bisa kembali menghadirkan opsi performa tinggi ke diler-diler Jepang — dan semoga, ke pasar global.
Salah satu kabar gembira: peralatan produksi transmisi manual TY85 yang dipakai STi terakhir masih tersimpan dan bisa digunakan kembali. Gearbox ini diklaim sanggup menahan torsi lebih dari 440 lb-ft, jauh di atas kapasitas CVT yang ada di WRX saat ini. Artinya, platform yang kokoh untuk tenaga besar sudah siap.
Fujinuki juga memberi kode tentang target performa. Ia menyebut varian mesin FA24 yang digunakan di ajang balap Super Taikyu menghasilkan 350 hp. Angka ini bisa menjadi patokan untuk mobil produksi teratas dari SVPO. Belum ada konfirmasi resmi, tetapi spekulasi langsung mengarah pada kemungkinan STI generasi baru dengan tenaga setara.
Ketiga model manual tersebut belum dikonfirmasi untuk Amerika Serikat. Namun, melihat keberadaan WRX manual yang masih bertahan di sana, AS masuk dalam kandidat kuat. Untuk Indonesia, belum ada isyarat, namun penggemar Subaru di Tanah Air bisa berharap karena tren mobil performa manual mulai kembali diminati secara global.
Dengan dibentuknya SVPO, Subaru seolah pulang ke akar: mobil dengan turbo besar, suspensi tajam, dan tiga pedal. Era hybrid dan EV justru menjadi berkah terselubung bagi pecinta driver’s car.