HALMAHERA UTARA — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui departemen NHM Peduli bersama TNI telah merampungkan Tahap Kedua Program Penanganan Stunting di wilayah lingkar tambang. Kegiatan ini berlangsung pada 7 hingga 11 Juli 2026 di lima kecamatan: Malifut, Kao Teluk, Kao Utara, Kao, dan Kao Barat.
Program tahap pertama telah diinisiasi sejak 23 April 2026. Penanggungjawab program, Munir Radjabessy, menyebut evaluasi 30 hari pertama menunjukkan adanya peningkatan berat dan tinggi badan anak-anak penerima manfaat. “Keberhasilan ini sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.
Danramil 1508-03/Kao, Kapten Inf Frans Rishard Komea, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI tidak sekadar formalitas. Personel Babinsa diterjunkan langsung ke titik pemukiman yang teridentifikasi memiliki balita stunting untuk berkolaborasi dengan tim NHM Peduli. “Kami pastikan distribusi makanan tambahan dan susu formula berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Frans.
NHM Peduli menyediakan pendanaan logistik, alat ukur standar, serta nutrisi tambahan yang sering terbatas di wilayah setempat. Fokus program meliputi pemberian makanan pendamping bergizi berbasis bahan lokal dan susu formula yang disesuaikan dengan usia anak. Selain itu, penyuluhan gizi bagi orang tua juga digencarkan agar bantuan tersalurkan secara tepat.
Salah satu warga Desa Samsuma, Firginita Manganguwi, mengaku bantuan nutrisi dari NHM Peduli sangat membantu kecukupan gizi harian anaknya, Nurfala Arafat. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Haji Robert dan NHM Peduli atas bantuan makanan tambahannya. Kami berharap program ini dapat terus berjalan,” ungkap Firginita.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara NHM dan TNI yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di Halmahera Utara. Melalui sinergi dengan kader Posyandu setempat, NHM berharap keberadaan industri pertambangan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat lokal.
Hingga berita ini diturunkan, program tahap kedua telah menjangkau seluruh kecamatan sasaran, dan pendampingan terhadap balita stunting terus berlanjut di masing-masing desa.