TERNATE — Proyek KPBU penerangan jalan di Kota Ternate kini tidak lagi sekadar wacana. Pemerintah kota telah memasuki tahap market sounding, sebuah fase krusial sebelum proses pelelangan resmi dimulai. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, usai memimpin rapat evaluasi proyek di Kantor Bappelitbangda, Selasa (21/7/2026).
“Progresnya berjalan sesuai tahapan yang harus diikuti. Pendampingan teknis dan pengawasan juga masih dilakukan oleh Kantor Bersama Bappenas, sehingga setiap proses terus dipandu agar sesuai dengan ketentuan,” kata Tauhid dalam keterangannya.
Market sounding adalah proses penjajakan minat dan kemampuan pasar atau calon investor terhadap proyek yang akan dilelang. Dalam konteks ini, pemerintah ingin memastikan skema kerja sama yang ditawarkan menarik bagi badan usaha sebelum masuk ke tahap pengadaan yang lebih ketat. “Ketika satu tahapan dinyatakan selesai dan memenuhi syarat, baru dilanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujar Tauhid menegaskan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh wali kota itu dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai mekanisme dan jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah Kota Ternate juga masih mendapatkan pendampingan teknis dari Kantor Bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Melalui skema KPBU, Pemerintah Kota Ternate menargetkan pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di berbagai titik secara bertahap. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. Dengan penerangan yang memadai, risiko kecelakaan dan tindak kriminalitas di jalan-jalan kota diharapkan bisa ditekan.
Setiap tahapan proyek akan dievaluasi secara ketat sebelum berlanjut ke tahap berikutnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses memenuhi ketentuan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.