MALUKU UTARA — Prius sudah lama identik dengan mobil hybrid paling irit di pasaran. Tapi bukan berarti pabrikan lain tidak punya tawaran yang sepadan. Beberapa model dari pabrikan Jepang, Korea, hingga Eropa kini hadir dengan teknologi hybrid yang mampu menyaingi efisiensi Prius.
Hyundai Ioniq Hybrid dirancang khusus untuk bersaing langsung dengan Prius. Model ini menggendong mesin 1.6 liter GDI yang dipadukan motor listrik dan baterai lithium-ion polimer.
Kombinasi itu menghasilkan konsumsi BBM rata-rata sekitar 22-24 km/liter dalam kondisi kombinasi. Angka ini tidak jauh dari catatan Prius di generasi yang sama.
Honda Insight hadir sebagai sedan hybrid yang mengedepankan pengalaman berkendara. Sistem hybrid milik Honda, Integrated Motor Assist (IMA), memberikan tambahan tenaga saat akselerasi tanpa mengorbankan efisiensi.
Dalam pengujian, Insight mampu mencatatkan konsumsi BBM hingga 20-22 km/liter di rute campuran. Bandingkan dengan Prius yang sedikit lebih unggul di angka 23-25 km/liter.
Kia Niro Hybrid menawarkan bentuk crossover yang lebih fungsional. Dengan mesin 1.6 liter GDI dan motor listrik, Niro mencatat efisiensi sekitar 21-23 km/liter.
Angka itu menjadikannya salah satu SUV hybrid paling irit di pasaran saat ini. Bagi yang butuh ruang kabin lebih luas tanpa ingin boros BBM, Niro adalah pilihan rasional.
Ford Fusion Hybrid membuktikan bahwa pabrikan AS juga serius di efisiensi. Menggunakan mesin 2.0 liter Atkinson-cycle yang dipadukan motor listrik, Fusion Hybrid mencatat konsumsi sekitar 19-21 km/liter.
Meski kalah irit dari Prius, Fusion menawarkan kenyamanan berkendara khas mobil Amerika dan fitur keselamatan yang lengkap. Cocok untuk yang prioritasnya kenyamanan dibanding efisiensi ekstrem.
Honda Accord Hybrid hadir dengan pendekatan berbeda. Alih-alih mengejar efisiensi maksimal, Accord Hybrid mengedepankan performa. Mesin 2.0 liter Atkinson-cycle dipadukan dua motor listrik menghasilkan tenaga gabungan 212 hp.
Di jalan tol, Accord Hybrid mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 18-20 km/liter. Angka ini turun drastis di rute stop-and-go menjadi sekitar 14-16 km/liter. Efisiensi Accord lebih rendah dari Prius, tapi kompensasinya pada akselerasi dan handling yang lebih responsif.
Kelima model di atas membuktikan bahwa Prius bukan satu-satunya pilihan hybrid irit. Setiap mobil punya kelebihan masing-masing, entah itu efisiensi, ruang kabin, atau karakter berkendara. Pilihan terbaik tetap tergantung pada prioritas dan kebutuhan pengemudi.