Harga Emas Antam Anjlok Rp 30.000 Hari Ini, Cek Rincian Terbaru per Gram

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:15:02 WIB
Harga dasar emas Antam untuk ukuran 1 gram tercatat Rp 2.680.000 pada hari ini, turun Rp 30.000 dari posisi sebelumnya.

MALUKU UTARA — Setelah sempat menguat signifikan pada perdagangan Selasa kemarin, harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya berbalik arah. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga dasar emas Antam untuk ukuran 1 gram kini dipatok di level Rp 2.680.000, turun dari posisi Rp 2.710.000 per gram pada hari sebelumnya.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga buyback atau nilai beli kembali emas oleh Antam. Harga buyback hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.516.000 per gram, terkoreksi Rp 30.000 dari level sebelumnya. Angka buyback ini penting diperhatikan karena menjadi patokan bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangannya ke Antam.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian lengkap harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.390.000
  • 1 gram: Rp 2.680.000
  • 2 gram: Rp 5.310.000
  • 3 gram: Rp 7.947.000
  • 5 gram: Rp 13.215.000
  • 10 gram: Rp 26.350.000
  • 25 gram: Rp 65.710.000
  • 50 gram: Rp 131.255.000
  • 100 gram: Rp 262.360.000
  • 250 gram: Rp 665.590.000
  • 500 gram: Rp 1.310.900.000
  • 1.000 gram: Rp 2.650.600.000

Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Sepanjang tahun ini, harga emas Antam sempat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) lalu, yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback di level Rp 2.989.000 per gram.

Pemicu Pelemahan Harga Emas Global

Koreksi harga emas Antam hari ini sejalan dengan pelemahan harga emas dunia. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026) waktu AS, harga emas spot tercatat turun 0,4 persen ke level US$ 4.367,57 per ons. Padahal, di awal sesi perdagangan, harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni di angka US$ 4.434,84 per ons.

Pelemahan ini terjadi di tengah sikap investor yang menahan diri menanti data inflasi Amerika Serikat. Data harga konsumen AS dijadwalkan rilis pada Rabu (12/8) waktu setempat, disusul data harga produsen pada Kamis. Angka inflasi ini akan menjadi penentu utama arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September mendatang.

"Data inflasi mendatang akan sangat memengaruhi prospek suku bunga AS. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi alasan kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya dan, sebagai dampaknya, memberikan tekanan penurunan lebih lanjut pada harga emas," ujar Ekonom Iklim dan Komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga dan Dampaknya ke Emas

Sentimen pasar saat ini menunjukkan peluang hampir 50 persen untuk kenaikan suku bunga AS pada September, naik dari 44 persen pada hari Senin berdasarkan perangkat CME FedWatch. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, bahkan telah menyatakan keyakinannya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap guna menghindari perlunya kenaikan yang lebih tajam di kemudian hari.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi harga emas. Meskipun logam mulia kerap dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil atau yield.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 1,5 persen menjadi US$ 64,73 per ons, platinum melemah 0,7 persen ke US$ 1.740,06, dan paladium terkoreksi 1,4 persen menjadi US$ 1.363,42. Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menilai prospek logam mulia masih menunjukkan tanda-tanda perbaikan didukung permintaan struktural, namun tekanan jangka pendek dari kebijakan moneter tetap menjadi faktor dominan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top