MALUKU UTARA — Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut rombongan Pemprov Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi di kawasan inti IKN, Kalimantan Timur. Audiensi itu dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, serta jajaran OPD dan direksi BUMD setempat.
Luthfi menyebut potensi utama yang ditawarkan adalah industri furnitur Jepara yang telah dikenal hingga pasar global. "Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furniture. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furniture di IKN dari Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Selain furnitur, rombongan juga menjajaki kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, hingga perguruan tinggi di Jawa Tengah. Luthfi menegaskan keinginannya agar provinsi yang dipimpinnya turut hadir dalam pembangunan pusat pemerintahan baru tersebut.
"Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga," ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan tiga skema pembiayaan pembangunan: APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta dan hibah. Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang masuk mencapai Rp 74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek KPBU tercatat Rp 134,25 triliun.
Basuki Hadimuljono menyatakan Otorita IKN membuka ruang kolaborasi dengan seluruh daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. Menurut dia, sinergi antar daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
Peluang kerja sama tidak terbatas pada investasi modal. Basuki menyebut sektor strategis lain seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga ekonomi kreatif dan pariwisata juga terbuka bagi pemerintah daerah.
"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," tutup Basuki.