Pencarian

Warga Tiga Desa di Halmahera Barat Masih Terisolasi, Kapal Perintis APBN Cuma Melintas

Kamis, 08 Oktober 2026 • 13:01:31 WIB
Warga Tiga Desa di Halmahera Barat Masih Terisolasi, Kapal Perintis APBN Cuma Melintas
Kapal perintis melintas di perairan pesisir barat Halmahera tanpa singgah di tiga desa.

HALMAHERA BARAT — Layanan kapal perintis milik pemerintah dinilai belum menyentuh seluruh masyarakat di kawasan 3TP. Di pesisir barat Halmahera, tiga desa yang secara geografis berada di jalur penghubung antarpulau menuju Ternate, Tobelo, dan Bitung di Sulawesi Utara justru tak pernah disinggahi armada tersebut.

Selama ini warga mengaku kapal negara itu hanya melintas di perairan mereka. Tidak ada penumpang yang bisa naik, tidak ada hasil bumi yang bisa diangkut.

Jalur Strategis yang Tak Pernah Disentuh

Secara geografis, Dodinga, Sidangoli, dan Bobane Igo berada di posisi strategis. Ketiga desa itu merupakan jalur penghubung antarpulau menuju pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Namun posisi strategis itu tidak berbanding lurus dengan akses transportasi yang tersedia. Warga harus mencari kapal alternatif dengan biaya yang jauh lebih mahal untuk sekadar bepergian atau mengirim barang.

Dampak ke Ekonomi: Harga Naik, Hasil Tangkapan Terancam

Sektor ekonomi warga terdampak paling dalam. Hasil tangkapan nelayan dan komoditas pertanian yang butuh distribusi cepat berpotensi turun kualitas karena terkendala pengangkutan ke pasar Ternate, Tobelo, maupun Bitung.

Biaya distribusi yang tinggi turut mendorong kenaikan harga barang kebutuhan pokok di tingkat desa. Warga yang membutuhkan layanan kesehatan rujukan mendesak juga kesulitan mendapat moda transportasi yang pasti.

Ketiadaan akses kapal perintis berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta akses pasar dan pelayanan publik. Kondisi ini menyulitkan pemenuhan kebutuhan rutin untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keperluan sosial.

Harapan Warga: Evaluasi Rute dan Titik Singgah

Masyarakat berharap pemerintah mengevaluasi dan menyesuaikan rute serta titik singgah kapal perintis agar mencakup kawasan Dodinga, Sidangoli, dan Bobane Igo. Kepastian rute dinilai bisa menekan biaya distribusi dan membuka akses pasar.

"Kapal perintis adalah bagian dari layanan negara yang sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kami berharap keberadaannya dapat benar-benar menjangkau wilayah kami, agar dapat mengangkut penumpang maupun hasil usaha dengan biaya yang lebih terjangkau," ujar salah satu warga setempat, Rabu (7/10/2026).

Harapan serupa juga menyangkut pemerataan pembangunan nasional bagi masyarakat pesisir Halmahera Barat. Selama rute perintis tidak menyentuh desa-desa itu, isolasi yang mereka alami akan terus berlanjut.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks