Pencarian

GMF Garap Hanggar MRO Oman, Konsesi 20 Tahun dari CAA

Rabu, 07 Oktober 2026 • 13:06:31 WIB
GMF Garap Hanggar MRO Oman, Konsesi 20 Tahun dari CAA
Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Presiden CAA Oman Eng Naif Ali Hamed Al-Abri menandatangani perjanjian konsesi 20 tahun di Kantor Pusat CAA, Muscat, Oman.

MALUKU UTARA — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menandatangani konsesi 20 tahun dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA) untuk mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat. Kesepakatan yang diteken dalam Civil Aviation Investment Forum (CAIF) 2026 itu membuka jalan bagi anak usaha Garuda Indonesia Group tersebut masuk pasar Timur Tengah. Konsesi ini juga menandai langkah pertama GMF membangun basis operasional di luar Indonesia.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Presiden CAA Oman Eng Naif Ali Hamed Al-Abri menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di Kantor Pusat CAA, Muscat, Oman. GMF berada dalam pengelolaan Danantara Indonesia bersama induk usahanya, Garuda Indonesia Group. Lewat skema ini, CAA Oman bertindak sebagai pemilik hanggar dan pemberi konsesi sekaligus regulator yang mengawasi pemenuhan standar keselamatan penerbangan di negara itu.

Apa Isi Kesepakatan GMF dan CAA Oman

GMF mendapat hak mengembangkan dan mengoperasikan hanggar beserta fasilitas pendukungnya selama dua dekade. Pengembangan dilakukan bertahap, mengikuti kebutuhan pasar dan rencana bisnis yang disepakati kedua pihak. Fasilitas itu akan melayani perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

Posisi strategis Oman dianggap membuka akses lebih luas ke pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Jangkauan layanan GMF pun melengkapi basis operasinya di Indonesia yang selama ini menjadi tumpuan pendapatan perseroan.

Alasan GMF Masuk Oman

GMF menilai permintaan jasa perawatan pesawat di kawasan Timur Tengah terus tumbuh seiring bertambahnya armada maskapai di sana. Andi menyebut kehadiran di Oman membuat perseroan lebih dekat dengan pelanggan.

"Pengembangan MRO di Oman menjadi langkah awal untuk membangun kehadiran operasional GMF yang lebih dekat dengan pelanggan di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, GMF melihat peluang untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas sekaligus berkontribusi pada penguatan industri aviasi Oman," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Konsesi ini menjadi tonggak penting bagi industri penerbangan nasional. Selama ini perusahaan MRO Indonesia lebih banyak melayani pesawat yang datang ke fasilitas di dalam negeri. Dengan membuka hanggar di Oman, GMF membawa kemampuan teknis yang dibangun di Indonesia ke pasar global.

Kolaborasi dengan Mach Aerospace International

Pada forum yang sama, GMF menandatangani Commemoration Document bersama Mach Aerospace International. Kerja sama itu menyasar pengembangan kemampuan teknis dan tenaga kerja di bidang penerbangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan perawatan pesawat di Oman, terutama untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia sebelum operasional penuh berjalan.

Bagi Danantara Indonesia, langkah GMF menambah daftar ekspansi anak usaha BUMN ke luar negeri. GMF tercatat sebagai salah satu perusahaan perawatan pesawat terbesar di Asia Tenggara dengan pelanggan dari berbagai maskapai domestik dan mancanegara. Keberhasilan meraih konsesi 20 tahun di Oman menunjukkan keahlian yang dibangun di Indonesia bisa mengambil peran lebih besar dalam industri penerbangan global.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks