Pencarian

MacBook Pro OLED Layar Sentuh Bakal Lebih Ringan, Klaim Gurman

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:06:32 WIB
MacBook Pro OLED Layar Sentuh Bakal Lebih Ringan, Klaim Gurman
Apple dikabarkan menyiapkan MacBook Pro generasi baru dengan layar OLED dan dukungan layar sentuh.

MALUKU UTARA — Apple dikabarkan menyiapkan MacBook Pro generasi baru dengan layar OLED dan dukungan layar sentuh yang bobotnya jauh lebih ringan dari model sekarang. Klaim itu datang dari jurnalis teknologi Mark Gurman, yang menyebut perubahan desain ini sebagai salah satu pembaruan terbesar lini MacBook dalam beberapa tahun terakhir. Kabar ini muncul setelah peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Duo yang jadi sorotan awal tahun.

Perhatian publik pengguna Apple kini bergeser dari lini iPhone ke jajaran MacBook. Setelah peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Duo, Mark Gurman menyebut raksasa teknologi asal Cupertino itu tengah menyiapkan penyegaran desain besar-besaran untuk laptop andalannya.

Menurut klaim Gurman, MacBook Pro generasi berikutnya bakal mengusung panel OLED dan dukungan layar sentuh. Dua perubahan itu melengkapi ubahan desain yang diklaim membuat bodi laptop jauh lebih tipis dan ringan dibanding model yang dijual saat ini.

Panel OLED dan Layar Sentuh Jadi Sorotan

Perpindahan dari panel mini-LED ke OLED diprediksi jadi lompatan paling terasa di lini MacBook Pro. Teknologi OLED memungkinkan kontras lebih pekat karena tiap piksel bisa menyala atau mati secara mandiri, plus warna hitam yang benar-benar gelap.

Dukungan layar sentuh juga jadi kabar yang tak kalah penting. Selama bertahun-tahun Apple bersikeras menolak menyentuh layar Mac, berbeda dengan Windows dan Chromebook yang sudah lama membiasakan penggunanya mengetuk layar langsung.

Belum ada keterangan resmi soal ukuran panel, tingkat kecerahan, atau refresh rate yang bakal dipakai. Begitu pula soal harga dan tanggal peluncuran. Semua masih sebatas klaim dari sumber internal yang dikutip Gurman.

Bobot Lebih Ringan Jadi Daya Tarik Utama

Klaim "significantly lighter" atau jauh lebih ringan jadi salah satu poin yang paling menarik perhatian. MacBook Pro saat ini dikenal sebagai laptop kerja berperforma tinggi, tapi bobotnya sering dikeluhkan pengguna yang mobilitasnya tinggi.

Kalau Apple benar-benar memangkas bobot secara signifikan, MacBook Pro bisa jadi pilihan lebih masuk akal untuk pekerja lapangan, mahasiswa, atau profesional yang sering berpindah tempat. Selama ini segmen itu lebih sering dilayani MacBook Air.

Perampingan bodi biasanya berdampak pada sirkulasi udara dan kapasitas baterai. Dua hal itu jadi tantangan teknis tersendiri kalau Apple tetap ingin mempertahankan performa chip seri M untuk kebutuhan rendering, editing video, atau kompilasi kode.

Posisi di Lini MacBook dan Pasar Indonesia

MacBook Pro menempati posisi paling atas di jajaran laptop Apple, di atas MacBook Air yang mengutamakan portabilitas. Penyegaran desain besar seperti ini biasanya datang dalam siklus beberapa tahun sekali, bukan tiap generasi chip.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini relevan karena MacBook Pro termasuk lini laptop premium yang penjualannya cukup aktif lewat distributor resmi maupun kanal ritel besar. Harga resminya di Tanah Air berada di kisaran puluhan juta rupiah, tergantung ukuran layar dan konfigurasi chip.

Kalau MacBook Pro OLED benar-benar hadir, pengguna Indonesia kemungkinan besar baru bisa membelinya beberapa bulan setelah peluncuran global. Apple umumnya merilis produk di pasar utama lebih dulu sebelum masuk ke wilayah lain, termasuk Indonesia.

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Apple

Apple sampai sekarang belum memberi pernyataan apa pun soal rencana ini. Perusahaan juga tidak pernah mengomentari bocoran produk yang belum resmi diumumkan, sesuai kebijakan mereka selama ini.

Klaim Gurman sendiri punya rekam jejak cukup baik dalam membocorkan rencana produk Apple. Meski begitu, jadwal peluncuran bisa bergeser karena kendala produksi, ketersediaan panel OLED, atau perubahan strategi internal.

Pengguna yang sedang mencari MacBook Pro untuk kebutuhan kerja sebaiknya tidak menunda pembelian hanya karena kabar ini. Belum ada tanggal pasti, dan model yang dijual sekarang tetap kompeten untuk kebutuhan editing, coding, maupun desain grafis.

Yang paling masuk akal ditunggu adalah pengguna yang memang menginginkan layar OLED dan layar sentuh di laptop Apple. Untuk kelompok itu, menunggu pengumuman resmi lebih bijak daripada membeli model sekarang lalu menyesal beberapa bulan kemudian.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadgets360.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks