MALUKU UTARA — Pebalap Cadillac F1 Colton Herta menyelamatkan mobil F2-nya dari spin berkecepatan tinggi saat kualifikasi di Sirkuit Kota Baku. Insiden terjadi di Tikungan 15 ketika ban belakang kehilangan cengkeraman, namun Herta memilih membiarkan mobil berputar 360 derajat ketimbang melawan arah spin yang berisiko menghantam dinding pembatas.
Insiden tersebut terekam dalam video kualifikasi Formula 2 di Sirkuit Kota Baku. Pada menit ke-7:40, mobil F2 yang dikemudikan pebalap Amerika Serikat itu kehilangan cengkeraman saat memasuki Tikungan 15, membuat bagian belakang kehilangan traksi dan berputar.
Data telemetri sirkuit menunjukkan mobil F2 mendekati Tikungan 15 pada kecepatan 155 hingga 161 mph. Sementara kecepatan di titik puncak tikungan berkisar 50 sampai 60 mph.
Membiarkan Mobil Berputar Penuh, Bukan Melawan Spin
Alih-alih melawan spin dan melakukan countersteer, Herta membiarkan mobilnya berputar penuh hingga 360 derajat. Keputusan itu menghindarkan bagian depan mobil dari arah berlawanan yang berpotensi membuatnya menabrak dinding pembatas.
Hasilnya, mobil tidak menyentuh dinding sama sekali dan Herta bisa melanjutkan sesi kualifikasi. Ban mobil mengalami flat spot parah dan harus diganti, tetapi kondisi itu jauh lebih baik ketimbang merusak bodi atau suspensi mobil.
Musim Pertama di F2 yang Penuh Tantangan
Hasil Herta di musim pertamanya di Formula 2 memang jauh dari ideal. Kondisi itu sudah diperkirakan menyusul keputusannya pindah dari IndyCar ke F2 secara mendadak demi mengumpulkan poin superlicense FIA untuk naik ke F1.
Banyak pihak memandang F2 dan F3 sebagai ajang pebalap anak miliarder yang berlomba memakai uang orang tua. Kenyataannya, talenta di kedua kategori itu luar biasa dan persaingannya sangat ketat. Meski bertalenta, perjuangan Herta memang berat sejak awal.
Pebalap muda Amerika itu baru-baru ini menyatakan tidak tertarik menjalani satu tahun lagi di Formula 2. Namun karena masih kurang dua poin dari syarat minimum untuk berlaga di F1, ia mungkin terpaksa bertahan setidaknya jika masih ingin mengejar mimpi F1 bersama Cadillac.
Dua Poin Lagi Menuju Kursi F1 Cadillac
Selisih dua poin menjadi kunci situasi Herta saat ini. Tanpa tambahan poin superlicense, jalur menuju kursi balap Cadillac di F1 tetap tertutup meski statusnya sebagai test driver sudah dipegang.
Insiden di Baku setidaknya menunjukkan kemampuan Herta mengendalikan mobil dalam kondisi kritis. Keterampilan itu menjadi modal penting saat ia kembali menjalani sisa musim F2 untuk mengejar syarat superlicense.