Pencarian

IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Net Sell Asing Rp 1,42 Triliun

Jumat, 25 September 2026 • 08:05:31 WIB
IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Net Sell Asing Rp 1,42 Triliun
IHSG ditutup turun 1,2 persen ke level 6.298,61 pada sesi sebelumnya.

MALUKU UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (25/9/2026) setelah ditutup turun 1,2 persen ke 6.298,61 pada sesi sebelumnya. Tekanan datang dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 1,42 triliun, dengan BMRI, BBRI, dan TLKM menjadi saham yang paling banyak dilepas.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG masih rentan koreksi jika gagal menembus kembali level 6.300. Pada perdagangan sebelumnya, indeks sudah tergelincir di bawah level psikologis tersebut, membuka ruang pelemahan lebih lanjut ke area support 6.220-6.280.

Sementara itu, resistance IHSG diproyeksi berada di rentang 6.300-6.330. Selama indeks belum mampu bertahan di atas 6.300, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi.

Net Sell Asing Capai Rp 1,42 Triliun

Aksi jual investor asing pada perdagangan sebelumnya menembus Rp 1,42 triliun. Lima saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI, BBRI, TLKM, ANTM, dan DEWA.

Dominasi net sell di saham-saham berkapitalisasi besar itu memperkuat sinyal bahwa asing masih berhati-hati terhadap pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

Enam Saham Pilihan di Tengah Tekanan Pasar

Meski indeks berpotensi lanjut turun, Fanny menyiapkan enam saham yang bisa dicermati investor dengan strategi masing-masing:

  • PTRO — Spec Buy, area beli Rp 5.325-Rp 5.375, cutloss di bawah Rp 5.300, target dekat Rp 5.500-Rp 5.600
  • ULTJ — Buy if Break Rp 2.070, target dekat Rp 2.120-Rp 2.190, cutloss di bawah Rp 2.050
  • BULL — Spec Buy, area beli Rp 378-Rp 380, cutloss di bawah Rp 374, target dekat Rp 386-Rp 394
  • MDKA — Spec Buy, area beli Rp 3.000-Rp 3.050, cutloss di bawah Rp 2.970, target dekat Rp 3.140-Rp 3.200
  • MAPA — Spec Buy, area beli Rp 645, cutloss di bawah Rp 635, target dekat Rp 655-Rp 675
  • ERAA — Spec Buy, area beli Rp 610, cutloss di bawah Rp 600, target dekat Rp 625-Rp 630

Apa yang Perlu Dicermati Investor

Sebagian besar rekomendasi Fanny masuk kategori spekulatif beli (spec buy), yang berarti risiko pergerakan harga cukup tinggi. Investor disarankan mematuhi level cutloss yang ditetapkan untuk membatasi potensi kerugian.

Untuk ULTJ, strategi yang dipakai adalah buy if break, artinya saham baru layak dibeli jika berhasil menembus level Rp 2.070. Jika gagal break, posisi beli sebaiknya ditunda.

Fokus pasar hari ini tertuju pada apakah IHSG mampu kembali ke atas 6.300 atau justru tertekan lebih dalam menuju 6.220. Arah pergerakan asing di saham-saham perbankan dan telekomunikasi akan menjadi penentu utama.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks