Pencarian

Sultan Tidore Kukuhkan Pengurus IKT Halmahera Timur Periode 2026–2030 di Wasile

Kamis, 24 September 2026 • 08:02:01 WIB
Sultan Tidore Kukuhkan Pengurus IKT Halmahera Timur Periode 2026–2030 di Wasile
Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengukuhkan pengurus Ikatan Keluarga Tidore Kabupaten Halmahera Timur periode 2026–2030 di Kantor Camat Wasile.

WASILE — Majida Fabanyo resmi memimpin Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Halmahera Timur setelah dikukuhkan Sultan Tidore Husain Alting Sjah. Prosesi pengukuhan digelar di Kantor Camat Wasile dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh adat. Sultan Husain dalam kesempatan itu menekankan bahwa amanah organisasi harus dijalankan dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hadir mendampingi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Jojau Kesultanan Tidore Ishak Naser, Sangaji Maba Ibrahim Hi. Haruna, jajaran pengurus, dan keluarga besar IKT Haltim. Kehadiran sejumlah tokoh adat itu menandai bahwa pengukuhan bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan bagian dari tradisi panjang hubungan kekeluargaan antara Tidore dan Halmahera Timur.

Pesan Sultan Tidore: Jaga Hubungan Historis dengan Halmahera Timur

Sultan Husain meminta pengurus baru tidak melupakan akar sejarah yang menghubungkan Kesultanan Tidore dengan masyarakat Halmahera Timur. Menurutnya, hubungan itu telah terbentuk sejak masa leluhur dan menjadi fondasi penting bagi organisasi.

"Jaga hubungan historis antara Kesultanan Tidore dan masyarakat Halmahera Timur yang telah terjalin sejak masa leluhur," ujar Husain.

Ia menambahkan, IKT tidak hanya berfungsi sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Tidore. Organisasi ini juga diharapkan mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta ikut menjaga kehidupan sosial masyarakat.

Bupati Ubaid Sebut Halmahera Timur Miniatur Indonesia

Bupati Ubaid Yakub mengapresiasi terbentuknya kepengurusan IKT periode 2026–2030, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Ia menilai keberagaman suku, etnis, agama, dan budaya di wilayahnya merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

"Halmahera Timur merupakan daerah yang sangat majemuk. Di daerah ini hidup berbagai suku, etnis, agama, dan latar belakang budaya. Karena itu, Halmahera Timur dapat kita lihat sebagai sebuah miniatur Indonesia," kata Ubaid.

Ubaid berharap IKT dapat turut menjaga persatuan dan kebersamaan serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Halmahera Timur.

Falsafah Adat Jadi Landasan Kepengurusan Baru

Ketua IKT Haltim yang baru dikukuhkan, Majida Fabanyo, menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan sesepuh yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan baru. Ia menegaskan komitmennya membawa organisasi berdasarkan nilai-nilai adat.

"Falsafah adat se atorang ngaku se rasai akan menjadi salah satu landasan dalam menjalankan organisasi. Nilai tersebut penting untuk memperkuat tata krama, persatuan, kepedulian, dan semangat saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat," ungkap Majida.

Majida menegaskan, IKT Haltim akan menjadi rumah bersama bagi masyarakat Tidore di Halmahera Timur dengan tetap menghormati keberadaan budaya dan kearifan lokal.

Sinergi dengan Pemda Jadi Prioritas Kepengurusan 2026–2030

Kepengurusan baru IKT Haltim selanjutnya diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, paguyuban, suku, serta berbagai elemen masyarakat. Dukungan itu dinilai penting untuk mendukung terciptanya Halmahera Timur yang aman, damai, kondusif, dan sejahtera.

Follow www.kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks