MALUKU UTARA — Komunitas modder dan pengembang open-source Linux berhasil mengoptimalkan GPU bekas penambangan kripto AMD BC-250 untuk menjalankan teknologi upscaling AMD FidelityFX Super Resolution 4 (FSR 4). Kartu akselerator berbasis silikon Oberon RDNA 2 ini sebelumnya hanya difungsikan 24 dari 40 Compute Units, kini dibuka penuh lewat proyek fork BC250 FSR4 versi 4.0.0-rc9. Langkah ini memberi kehidupan kedua bagi perangkat keras bekas yang membanjiri pasar second-hand pasca-meredupnya demam cryptocurrency.
AMD BC-250 pertama kali meluncur pada 2022 sebagai bagian dari rig penambangan kripto buatan Asrock. Setelah pasar kripto anjlok, kartu ini dijual murah di pasar bekas seperti eBay. Daya tariknya justru terletak pada arsitektur bawaannya yang memakai chipset berkode Oberon.
Basis Silikon Oberon: Warisan PS5 di Kartu Tambang
AMD BC-250 dirancang dari chipset Oberon berbasis arsitektur RDNA 2. Teknologi pemrosesan silikon ini sama dengan yang dipakai konsol Sony PlayStation 5 maupun kartu grafis PC Radeon RX 6000 series. Kesamaan arsitektur inilah yang membuat kartu ini menarik bagi komunitas modder.
Sebelum FSR 4 berhasil disematkan, komunitas lebih dulu membobol pembatasan pabrik. Mereka mengaktifkan seluruh 40 Compute Units (CU) RDNA 2, dari konfigurasi standar yang awalnya hanya memfungsikan 24 CU.
FSR 4 Dikemas dalam Satu Berkas DLL
Proyek optimasi terbaru, fork BC250 FSR4 versi 4.0.0-rc9, mengemas teknologi FSR 4 ke dalam berkas DLL Windows x64. Pengguna bisa langsung menyalin satu berkas DLL ini ke direktori gim yang mendukung FSR secara native.
Alternatif lain, berkas tersebut dapat dipakai lewat proyek manipulasi upscaler seperti OptiScaler. Pendekatan ini membuat integrasi FSR 4 jauh lebih praktis dibanding metode sebelumnya.
Hasil Pengujian di Linux: Beban Render Turun Signifikan
Pengujian pada lingkungan sistem operasi Linux menunjukkan fitur upscaling FSR 4 di AMD BC-250 mampu memangkas beban kerja render 3D secara signifikan. Peningkatan performa paling optimal tercatat pada skenario resolusi 2560×1440 (1440p).
Pengujian tersebut memakai input resolution mode "Quality" (1706×960) tanpa mengorbankan ketajaman kualitas gambar. Fitur frame generation dan kompatibilitas di Windows masih terus dikembangkan komunitas.
Konteks Pasar GPU Bekas Tambang
Fenomena AMD BC-250 mencerminkan limpahan perangkat keras bekas tambang kripto yang membanjiri pasar global. Harga jualnya yang jauh di bawah GPU gaming baru membuat kartu ini incaran penggemar racikan PC budget.
Eksperimen komunitas open-source ini membuktikan kreativitas dalam memberi fungsi baru pada perangkat keras bekas. Kartu yang awalnya dirancang untuk menambang kripto kini bisa menjalankan fungsi gaming modern di luar peruntukan aslinya.
Ke depan, pengembangan fitur frame generation dan dukungan penuh Windows akan menentukan seberapa luas AMD BC-250 bisa dipakai sebagai opsi GPU gaming murah. Bagi pengguna di Indonesia, kartu ini berpotensi menjadi alternatif menarik di pasar komponen bekas, meski ketersediaan dan dukungan resmi tetap menjadi kendala utama.