MOROTAI — Konflik antardesa yang melibatkan warga Desa Juanga dan Desa Pandanga di Kecamatan Morotai Selatan resmi berakhir damai, Senin (14/9/2026). Proses penyelesaian berlangsung marathon sejak pukul 17.00 WIT, dimulai dari Kantor Polres Morotai, berlanjut ke ruang kerja Bupati, hingga peninjauan langsung ke perbatasan kedua desa.
Mediasi melibatkan jajaran Pemerintah Daerah Morotai, TNI, dan Polri. Hadir Kapolres AKBP Dedi Wijayanto, Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, Danlanal Letkol Laut (P) Benie Hermawan, perwakilan Danlanud, perwakilan Danyonif 822/Satria Magawe, Camat Morotai Selatan, serta dua kepala desa setempat.
Tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga kedua desa turut menyaksikan proses perdamaian tersebut.
Bupati: Dua Belah Pihak Pasti Rugi dari Konflik
Bupati Rusli Sibua menegaskan pentingnya kesadaran bersama bahwa perselisihan hanya mendatangkan kerugian bagi kedua pihak. Ia meminta warga mengedepankan nilai persaudaraan yang selama ini menjadi dasar kehidupan bermasyarakat di Pulau Morotai.
"Jadi penyelesaian konflik ini tadi di kantor Polres Morotai kemudian lanjut di kantor Bupati. Dan saya minta di Kapolres lanjut lagi di Kantor Bupati dan turun langsung ke desa tersebut, karena mungkin masih ada yang terlupakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Akhirnya kami sepakat demi mencari solusi perdamaian terbaik," ujar Rusli di perbatasan desa.
Ia menambahkan, keterlibatan para tokoh desa menjadi kunci penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Warga kedua desa disebut masih memiliki hubungan kerabat dan hidup berdampingan.
"Supaya ke depan tidak terjadi hal-hal yang seperti ini, jadi kita sepakat hari ini dan seterusnya tidak terjadi konflik antar desa lagi. Keterwakilan dua desa ini kita selesaikan secara kekeluargaan, karena kita semua ini hidup berdampingan," kata Rusli.
Pos Jaga Didirikan di Batas Wilayah Kedua Desa
Sebagai langkah preventif, Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, dan warga sepakat mendirikan pos jaga di batas wilayah kedua desa. Pos tersebut menjadi titik pantau sekaligus sarana koordinasi rutin antarinstansi dan pemerintah desa.
"Jadi pak Kades, Camat dan juga ada TNI-Polri tetap kita berkomunikasi dan saling koordinasi kalau ada sesuatu, semoga konflik seperti ini tidak terjadi lagi," imbau Rusli.
Momen Pemuda Berpelukan di Perbatasan Desa
Meski jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat telah sepakat berdamai serta berjabat tangan, sejumlah pemuda dari kedua desa sempat terpantau masih menahan emosi dan enggan saling bersalaman. Bupati Rusli bersama jajaran Forkopimda langsung menghampiri kerumunan pemuda untuk mencairkan suasana.
"Ayo, sama-sama berjabat tangan. Tong samua basudara, jangan lagi berkonflik," panggil Rusli kepada para pemuda.
Imbauan itu meluluhkan emosi para pemuda. Mereka akhirnya menyadari kekeliruan, saling berjabat tangan, dan berpelukan di perbatasan desa. Setelah situasi kondusif pada pukul 18.15 WIT, warga Desa Juanga dan Pandanga kembali beraktivitas secara normal.