Pemkot Ternate Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Fokus Padamkan Api Bawah Permukaan di TPA Buku Dero-Dero

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:01:02 WIB
Petugas gabungan memadamkan api bawah permukaan di TPA Buku Dero-Dero, Ternate.

TERNATE — Penetapan status tanggap darurat diambil setelah rapat koordinasi Posko Tanggap Darurat yang digelar Selasa (6/10/2026) malam. Rapat tersebut merespons keluhan warga soal kepulan asap yang mengganggu kawasan Sulamadaha, Takome, dan sekitarnya.

Ketua Posko Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly, menyatakan rapat malam itu menghasilkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya penambahan armada pemadaman yang mulai dikerahkan esok hari.

Api di Bawah Permukaan Jadi Penyebab Asap Tebal

Pantauan lapangan menunjukkan api di permukaan tanah sebagian besar sudah padam. Namun, potensi kebakaran masih terjadi di bawah permukaan pada kedalaman 5 hingga 10 meter.

Kondisi itulah yang menjadi penyebab utama timbulnya asap tebal secara terus-menerus di kawasan terdampak. Tim gabungan akan melakukan urukan tanah pada titik-titik kemunculan asap.

Setelah diuruk, tim menyuntikkan air menggunakan water canon langsung ke kedalaman 5–10 meter. Langkah ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta dukungan alat berat ekskavator dari Ternate Barat.

Water Canon Brimob dan Dua Mobil Tangki Air Dikerahkan

Pemerintah menambah armada untuk memperkuat proses pemadaman di TPA Buku Dero-Dero. Bantuan meliputi kendaraan water canon dari Brimob Polda Maluku Utara dan dua unit mobil tangki air dari pihak Balai.

Armada pendukung tambahan juga disiapkan khusus untuk mengoptimalkan pola pemadaman. Penambahan ini menyusul keluhan warga soal asap yang terus muncul meski permukaan tanah sudah padam.

Dinkes Jemput Warga Terdampak Asap di Lokasi

Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas dan kapus diinstruksikan turun langsung ke lapangan. Petugas akan menjemput dan memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak asap.

Pemeriksaan diprioritaskan bagi lansia, ibu hamil, dan balita. Pemeriksaan, peninjauan, hingga pengobatan langsung diberikan di lokasi.

Pemerintah menyatakan bertanggung jawab penuh jika ada warga yang memerlukan rujukan ke rumah sakit.

Ganti Rugi Ternak dan Tanaman Warga Diproses Lewat Lurah

Untuk kerugian ekonomi warga seperti hewan ternak atau tanaman yang mati akibat kebakaran, pemerintah memproses mekanisme ganti rugi. BPKAD di Bidang Aset diinstruksikan berkoordinasi langsung dengan lurah Sulamadaha dan Takome.

Proses ganti rugi akan mengikuti aturan yang berlaku. Warga yang terdampak diminta menunggu mekanisme resmi dari pemerintah kota.

Pagar Sanitary Landfill Direncanakan Tahun 2027

Sebagai langkah jangka panjang mencegah kebakaran berulang, pemerintah merencanakan pembangunan pagar pelindung kawasan TPA Buku Dero-Dero pada 2027. Sistem sanitary landfill akan diterapkan menggantikan metode open dumping yang telah dilarang regulasi.

Pemkot Ternate juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati. Warga diminta bersama-sama menjaga lingkungan sekitar sambil menunggu kondisi cuaca membaik dengan turunnya hujan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: halmaheraraya.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top