PT Feni Haltim Kenalkan Kawasan Industri Buli dan Roadmap CSR 2026–2030 di Ternate

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 30 September 2026 | 18:01:01 WIB
Manajemen PT Feni Haltim memaparkan struktur kepemilikan dan fokus bisnis perusahaan dalam Media Gathering di Ternate.

TERNATE — Manajemen PT Feni Haltim memaparkan struktur kepemilikan dan fokus bisnis perusahaan di hadapan sejumlah jurnalis Maluku Utara. Perusahaan ini merupakan entitas patungan antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Hongkong CBL (HKCBL). Bidang usahanya meliputi kawasan industri, jasa kepelabuhanan melalui terminal khusus, serta industri pengolahan logam dasar bukan besi.

Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menghadirkan Direktur Sumber Daya Manusia PT Feni Haltim Ready Advancer dan Manager External Relations & CSR Subarwan Sakoy sebagai pembicara utama. Keduanya memaparkan arah pengembangan kawasan dan program pemberdayaan warga sekitar.

Project Dragon dan Rantai Pasok Baterai EV Nasional

Ready Advancer menjelaskan bahwa pengembangan Kawasan Industri Buli di Kabupaten Halmahera Timur dijalankan melalui Project Dragon. Proyek itu diarahkan membangun ekosistem hilirisasi nikel yang terintegrasi.

"Keberadaan FHT merupakan bagian dari upaya pengembangan ekosistem industri terintegrasi yang berorientasi pada hilirisasi nikel dan rantai industri baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV Battery)," ujar Ready.

Menurutnya, pembangunan kawasan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, serta lingkungan. Pendekatan itu dipakai agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan kualitas hidup warga di sekitar wilayah operasional.

Lima Pilar CSR dalam Roadmap 2026–2030

Subarwan Sakoy memaparkan arah strategis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan. FHT telah menyusun Roadmap CSR 2026–2030 yang bertumpu pada lima pilar utama.

  • Pendidikan dan pengembangan keterampilan
  • Pengembangan ekonomi lokal
  • Lingkungan dan keberlanjutan
  • Kesehatan dan kesejahteraan
  • Tata kelola sosial dan harmoni

"FHT telah menyusun arah strategis program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) melalui Roadmap CSR 2026–2030 yang berfokus pada lima pilar utama," ungkap Subarwan.

Inisiatif di dalam peta jalan itu mencakup pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kapasitas UMKM. Ada pula program di sektor pertanian dan perikanan, konservasi lingkungan, hingga peningkatan akses serta kesadaran kesehatan masyarakat.

Peran Media dan Prinsip Tata Kelola

Melalui Media Gathering tersebut, PT FHT berharap terbuka ruang dialog soal peluang, tantangan, dan kontribusi industri terhadap pembangunan daerah. Perusahaan menilai media berperan strategis menyajikan informasi perkembangan industri secara transparan dan berimbang.

FHT juga menekankan penyampaian informasi publik mesti berbasis data dan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kegiatan ini menjadi agenda rutin perusahaan lingkar tambang ANTAM Group di Halmahera Timur, bersama SDA dan NKA.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top