MALUKU UTARA — Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkap taksi listrik sempat berpindah ke posisi netral dan meluncur 3-7 km/jam sebelum berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Data dari On Board Unit kendaraan menunjukkan pengemudi sempat menekan pedal gas hingga 51 persen, tetapi transmisi tetap di posisi N. Tabrakan dengan KRL KA 5181B tercatat pukul 20.48.24 WIB, memicu rangkaian kecelakaan yang berujung pada tabrakan KA Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Laporan investigasi KNKT menyoroti perilaku transmisi taksi listrik yang tidak lazim sebelum kecelakaan pada 27 April 2026. Rekaman On Board Unit merekam serangkaian perpindahan gigi dan status kelistrikan yang terjadi berulang dalam rentang dua menit sebelum benturan.
Sebelum pukul 20.46.07, taksi listrik melaju normal di posisi D dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam. Beberapa detik kemudian, transmisi berpindah ke N dan kendaraan meluncur di jalan menurun dengan kecepatan 3-7 km/jam.
Pengemudi dilaporkan membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan. Pada pukul 20.46.35, pedal gas terinjak sekitar 25 persen, namun posisi transmisi tetap N. Enam detik berselang, injakan gas meningkat hingga 51 persen, tetapi kecepatan kendaraan justru mendekati nol.
Antara pukul 20.46.42 hingga 20.48.10, sistem kendaraan tercatat berpindah status kelistrikan berkali-kali. Mulai dari posisi D dengan pengereman, lalu ACC, P, dan baterai tegangan tinggi mati, sebelum kembali ke ON dan Ready.
Pintu taksi juga beberapa kali dibuka dan ditutup dalam rentang waktu tersebut. Pada pukul 20.47.32 pintu dibuka, lalu ditutup pukul 20.47.39, dibuka lagi pukul 20.47.49, dan baru ditutup pukul 20.48.10.
Tabrakan KA 5181B dengan taksi di JPL 86 tercatat pada pukul 20.48.24. Deskripsi data kendaraan menunjukkan tanda tabrakan, baterai tegangan tinggi mati, dan lampu hazard aktif.
CCTV KA 5181B merekam benturan tersebut pada pukul 20.48.29. Insiden ini kemudian menyebabkan kerumunan warga menutup rel arah Stasiun Tambun.
KRL KA 5568A yang hendak menuju Stasiun Tambun harus berhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat kondisi tersebut. Pada pukul 20.52.12, KRL yang sedang berhenti itu ditabrak KA Anggrek yang melaju dari Stasiun Bekasi.
Data OBU menunjukkan taksi listrik mengalami gangguan status kelistrikan berulang dalam waktu singkat sebelum kecelakaan. KNKT belum merinci apakah pola ON-OFF tersebut berkaitan dengan kegagalan sistem atau prosedur pengemudi.
Laporan ini menjadi acuan bagi operator taksi listrik dan pengelola perlintasan sebidang untuk mengevaluasi prosedur darurat. Pengemudi kendaraan listrik perlu memahami karakter transmisi dan respons pedal gas saat kendaraan berada di posisi netral, terutama di jalur menurun menuju perlintasan kereta.