MALUKU UTARA — Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang tanpa gol. Meski secara hasil terasa merugikan, satu poin itu justru jadi keuntungan besar bagi Skuad Garuda yang sepanjang laga tertekan.
Hasil imbang melawan Malaysia membuat Timnas Indonesia tetap bertahan di posisi kedua klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Posisi itu tidak aman karena Indonesia masih kalah selisih gol dari Malaysia yang ada di puncak grup.
Kondisi tersebut membuat Timnas Indonesia tidak bisa memegang nasib sendiri di laga terakhir. Penentuan lolos ke babak berikutnya juga harus bergantung pada hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura.
Pemandangan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Malaysia benar-benar mengendalikan jalannya pertandingan dan lebih dominan dalam menciptakan peluang.
Total 18 tembakan dilayangkan pemain-pemain Malaysia, dengan delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Angka itu menunjukkan betapa besar tekanan yang harus dihadapi lini belakang Indonesia sepanjang laga.
Sejumlah peluang emas Malaysia membuat suporter Timnas Indonesia berdebar-debar. Namun aksi Maarten Paes, Justin Hubner, dan Elkan Baggott berhasil menggagalkan setiap ancaman yang datang.
Permainan yang dikuasai Malaysia tidak lepas dari kartu merah yang diterima Thom Haye pada menit ke-37. Sejak momen itu, Malaysia bisa memaksimalkan keunggulan jumlah pemain.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Timnas Indonesia mampu bertahan dan menahan gempuran. Malaysia yang punya keunggulan jumlah pemain justru gagal mencetak gol hingga peluit akhir.
Berkaca dari situasi di lapangan, torehan satu poin ini bisa disimpulkan jadi keuntungan bagi Indonesia dan kerugian bagi Malaysia. Malaysia yang tampil lebih dominan harus puas hanya meraih satu angka dari laga ini.
Timnas Indonesia kini tinggal menunggu hasil laga Malaysia vs Singapura untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya. Satu poin yang didapat dari laga melawan Malaysia bisa jadi penentu nasib Skuad Garuda di turnamen ini.