MALUKU UTARA — HoYoverse mulai membagikan key Final Closed Beta Test Petit Planet kepada peserta terpilih menjelang periode uji coba pada September. Spesifikasi recommended untuk PC, iOS, dan Android turut dirilis, dengan PC membutuhkan kartu grafis kelas NVIDIA GeForce RTX 2060 atau AMD Radeon RX 5600 XT. Ketentuan perangkat ini menentukan seberapa luas basis pemain yang bisa menjajal game simulasi kehidupan galaksi tersebut saat peluncuran global.
HoYoverse menargetkan perangkat kelas menengah sebagai acuan utama lewat daftar spesifikasi yang baru dipublikasikan. Untuk PC, game ini memerlukan Windows 10 atau versi lebih baru, prosesor minimal Intel Core i5 generasi ke-11 atau AMD Ryzen 5 5000 Series, serta RAM 16 GB. Ruang penyimpanan yang perlu disiapkan sekitar 18 GB.
Pilihan GPU yang diminta, yakni RTX 2060 dan RX 5600 XT, tergolong kartu grafis kelas menengah dari beberapa generasi lalu. Kombinasi ini menunjukkan HoYoverse tidak menuntut perangkat kelas atas, tetapi juga tidak menyasar perangkat spek rendah. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan pemain tanpa mengorbankan tampilan grafis.
Pengguna iOS mendapat syarat yang lebih ringan. Petit Planet bisa berjalan pada iOS 14 atau lebih baru dengan perangkat minimal iPhone XS, sementara iPhone XR tidak masuk daftar dukungan. RAM minimal 4 GB dan penyimpanan sekitar 10 GB. Model iPad dengan chip setara atau lebih tinggi juga didukung.
Di sisi Android, pemain membutuhkan Android 9.0 atau lebih baru, prosesor setara Snapdragon 855, MediaTek Dimensity 1000, atau Kirin 990, plus RAM 6 GB. Penyimpanan yang diperlukan sekitar 12 GB. Satu catatan penting: emulator Android belum didukung pada Final Closed Beta ini.
Petit Planet membawa pendekatan berbeda dari game HoYoverse sebelumnya yang bertumpu pada action RPG. Pemain berperan sebagai Planet Tender yang mengembangkan dunia kecil memakai benih misterius bernama Luca. Benih itu ditanam dan dirawat hingga tumbuh menjadi bagian planet, sekaligus membuka lingkungan serta ekosistem baru.
Ritme permainannya sengaja dibuat santai. Aktivitas harian mencakup mengumpulkan bunga dan rumput, memancing, menangkap serangga, sampai memasak. Ada pula sistem rumah dan dekorasi yang memungkinkan pemain menata furnitur serta mempercantik tempat tinggal maupun permukaan planet.
Interaksi sosial jadi pilar lewat area Starsea. Komunitas pemain bisa berkumpul untuk piknik, menikmati api unggun bersama, melihat bintang secara multiplayer, hingga bertukar barang. Fokusnya bukan pertarungan, melainkan eksplorasi, kreativitas, dan interaksi antar pemain.
Pendekatan cozy life simulation ini menandai langkah HoYoverse keluar dari zona nyaman action RPG. Pasar game santai di mobile sendiri terus tumbuh, dengan pemain Indonesia termasuk salah satu komunitas terbesar di Asia Tenggara untuk judul-judul bergaya simulasi dan dekorasi.
Petit Planet dijadwalkan meluncur global pada Winter 2026, dengan periode sekitar Desember sebagai kemungkinan waktu rilis. Sebelum itu, Final Closed Beta menjadi ajang menguji pengalaman bermain sekaligus melihat bagaimana konsep life simulation bergaya cozy ini berjalan di berbagai kelas perangkat.
Bagi pengguna Indonesia yang ingin mencoba lebih awal, memastikan perangkat memenuhi spesifikasi di atas jadi langkah pertama. Jika tidak, opsi realistis adalah menunggu versi final dan kemungkinan optimasi tambahan dari HoYoverse saat peluncuran global nanti.