BEI Mulai Batas Harga Rp1, Antrean Jual GOTO Capai 406 Juta Lot

Penulis: Edi Wahyono  •  Senin, 28 September 2026 | 08:05:32 WIB
Bursa Efek Indonesia memulai perdagangan dengan batas harga minimum saham Rp1 pada Senin (28/9).

MALUKU UTARA — Bursa Efek Indonesia resmi memulai perdagangan dengan batas harga minimum saham Rp1 pada Senin (28/9), menggantikan aturan lama Rp50. Antrean jual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat mencapai 406,20 juta lot, terbesar di antara emiten yang sebelumnya tertahan di level gocap.

Kebijakan baru BEI ini mengubah mekanisme pembentukan harga saham yang selama bertahun-tahun terkunci di level Rp50. Selama ini, saham yang sudah menyentuh Rp50 tidak bisa turun lebih rendah secara nominal meski tekanan jual terus berlanjut. Dengan batas bawah Rp1, ruang permintaan dan penawaran menjadi jauh lebih luas.

Bursa berharap langkah ini memperbaiki proses price discovery sekaligus meningkatkan likuiditas pasar modal. Namun, pelaku pasar mencermati potensi tekanan jual besar terhadap emiten yang fundamentalnya lemah.

GOTO Pimpin Antrean Jual di Level Gocap

Berdasarkan data per Senin (28/9) pukul 07.10 WIB, antrean jual GOTO menembus 406,20 juta lot. Angka itu jauh melampaui emiten gocap lainnya.

Sejumlah saham lain juga mencatat antrean jual signifikan menjelang pembukaan perdagangan:

  • PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA): 4,76 juta lot
  • PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU): 2,8 juta lot
  • PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL): 1,99 juta lot
  • PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP): 1,14 juta lot
  • PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV): 1,12 juta lot
  • PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK): 1,11 juta lot

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra, menilai perubahan aturan ini berpotensi meningkatkan tekanan jual pada saham yang selama ini terkunci di Rp50.

"Besarnya penurunan nantinya akan sangat bergantung pada perbandingan antara pasokan saham yang ingin dijual dan minat beli setelah harga minimum dihapus," kata Hendra dalam keterangannya, dikutip Senin (28/9).

Fundamental dan Sentimen Jadi Penentu Tekanan Jual

Menurut Hendra, tekanan terbesar bakal dialami emiten dengan fundamental lemah, likuiditas rendah, sentimen negatif, atau yang memiliki banyak investor menunggu kesempatan keluar. Kondisi masing-masing emiten akan menentukan seberapa dalam harga terkoreksi.

Hendra menegaskan perubahan batas harga minimum tidak otomatis menjatuhkan seluruh saham gocap ke Rp1. Pergerakan harga tetap ditentukan interaksi permintaan dan penawaran di pasar.

"Jadi, bukan berarti semua saham gocap otomatis akan turun ke Rp 1. Harga baru akan terbentuk sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar," ujarnya.

Selain itu, tidak semua saham di level gocap aktif diperdagangkan. Sebagian masih memiliki aktivitas transaksi, sementara lainnya berstatus suspensi atau penghentian sementara oleh BEI.

Apa Artinya bagi Investor Pemegang Saham Gocap

Bagi investor yang masih memegang saham di level Rp50, kebijakan ini membuka opsi keluar dengan harga lebih rendah dari sebelumnya. Keputusan menjual atau menahan bergantung pada prospek fundamental emiten dan horizon investasi masing-masing.

Bursa menempatkan kebijakan batas harga minimum Rp1 sebagai penentu arah IHSG ke depan. Pasar menanti bagaimana mekanisme baru ini bekerja pada sesi perdagangan hari pertama, terutama untuk saham-saham yang selama ini minim likuiditas.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top