TERNATE — Ziarah ke makam para pendiri dan dosen pendahulu menjadi pembuka rangkaian Dies Natalis ke-27 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair). Kegiatan yang digelar Minggu (27/9/2026) itu diikuti pimpinan fakultas, panitia, dan sejumlah dosen.
Setelah prosesi ziarah, rombongan bergerak ke panti asuhan di Kota Ternate. Anjangsana tersebut dikemas sebagai bakti sosial untuk berbagi kebahagiaan di momen ulang tahun fakultas.
Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, S.S., M.A, menyebut pemilihan ziarah dan bakti sosial bukan sekadar agenda seremonial. Kedua kegiatan itu punya makna filosofis bagi civitas akademika.
"Usia 27 tahun bukan waktu yang singkat. Melalui ziarah ini, kami mengenang jasa para pendiri dan dosen pendahulu yang merintis dan membesarkan FIB Unkhair. Kami berdiri hari ini berkat dedikasi dan kerja keras mereka," kata Nurain.
Nurain menambahkan, anjangsana ke panti asuhan menjadi wujud kepedulian sosial. Tujuannya agar kebahagiaan Dies Natalis turut dirasakan anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-27, Jainul Yusup, S.S., M.Hum, menjelaskan rangkaian pra-event dirancang untuk memperkuat ikatan historis dan sosial dengan masyarakat Ternate. Fakultas ingin menegaskan posisi keilmuan humaniora yang dekat dengan nilai kemanusiaan.
"Dies Natalis kami awali dengan napak tilas sejarah dan berbagi kasih. Kami berharap peringatan ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat marwah keilmuan humaniora yang dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Dari sisi kepanitiaan, Sekretaris Panitia Asty Ayuningsih memastikan seluruh agenda pra-event berjalan lancar. Kelancaran itu disebutnya berkat koordinasi panitia dan dukungan berbagai pihak.
Bendahara Panitia Fitriningsih Pratiwi Mahmud menambahkan, dukungan dosen, mahasiswa, dan donatur ikut menunjang pelaksanaan bakti sosial serta anjangsana. Peran para donatur membantu panitia menjangkau penerima manfaat di panti asuhan.
Selepas pra-event, Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair akan diisi berbagai kegiatan akademik, kompetisi ilmiah, seni, dan pameran kebudayaan. Mahasiswa dan alumni dilibatkan dalam rangkaian tersebut.
Pembukaan lewat ziarah dan anjangsana memberi fondasi tersendiri bagi agenda berikutnya. Fakultas menempatkan napak tilas sejarah dan kepedulian sosial sebagai titik berangkat sebelum masuk ke perayaan akademik.