MALUKU UTARA — Carlos Alcaraz menyelamatkan dua match point sebelum menaklukkan Taylor Fritz 6-3, 4-6, 13-11 dalam tie-break dramatis di O2 Arena, London. Kemenangan ini membawa Tim Eropa unggul 7-5 atas Tim Dunia menjelang hari terakhir Laver Cup.
Petenis peringkat tiga dunia itu tampil pertama kali di nomor tunggal sejak tersingkir di perempat final US Open melawan Ben Shelton. Duel melawan Fritz berlangsung ketat hingga tie-break set ketiga, di mana Alcaraz sempat tertinggal 8-9 dan menghadapi dua match point.
Pada match point pertama, Alcaraz melepaskan ace. Match point kedua ia selamatkan dengan drop shot khasnya. Ia akhirnya menutup laga pada match point ketiganya, lagi-lagi lewat drop shot yang gagal dijangkau Fritz.
Alcaraz mencatat 42 winner berbanding 20 milik Fritz. Penonton di O2 Arena, termasuk Roger Federer dan Andy Murray, berdiri menyaksikan aksi tersebut.
"Drop shot adalah bagian dari permainan saya," kata Alcaraz usai laga. "Di momen-momen ketat dan penting itu, saya coba menggunakannya karena senjata yang sangat bagus untuk saya di pertandingan ini."
Fritz, yang satu-satunya kemenangan atas Alcaraz terjadi saat Tim Dunia menang di edisi tahun lalu, tampil disiplin dengan meminimalkan kesalahan sendiri.
Sebelum laga Alcaraz, Tim Dunia asuhan Andre Agassi sempat mengancam. Alex de Minaur bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Alexander Zverev 2-6, 7-6 (7-5), 11-9.
Debutan Amerika Serikat, Learner Tien, juga menang atas Flavio Cobolli dari Italia dengan skor 6-3, 2-6, 10-7.
Setelah kemenangan Alcaraz, Zverev kembali ke lapangan bersama Casper Ruud. Pasangan Eropa itu mengalahkan Alexander Bublik dan Brandon Nakashima 6-4, 7-6 (9-7) di nomor ganda.
Kemenangan di nomor tunggal pada hari terakhir bernilai tiga poin. Tim pertama yang mencapai 13 poin berhak mengangkat trofi.
Eropa mengejar gelar Laver Cup keenam. Tim Dunia, juara bertahan, membidik trofi ketiga mereka.