MALUKU UTARA — Guruh Soekarnoputra dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Politisi PDIP Guntur Romli membenarkan kabar tersebut dan meminta doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan anak bungsu Soekarno itu.
Guruh Soekarnoputra kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pria berusia 73 tahun itu dilaporkan berada dalam kondisi sakit kritis, dan kabar ini langsung memicu perhatian publik serta rekan-rekan sesama politisi.
Kabar tersebut dibenarkan oleh politisi PDIP Guntur Romli. Ia mengaku telah menggelar doa bersama untuk kesembuhan adik Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri tersebut.
Guntur Romli menyampaikan kabar ini saat dihubungi awak media pada Jumat (25/9). Ia tidak merinci jenis penyakit yang diderita Guruh, namun menegaskan bahwa kondisi pria kelahiran 1951 itu membutuhkan dukungan doa dari banyak pihak.
"Betul, mohon doanya," kata Guntur Romli. "Kami juga menggelar doa bersama untuk Mas Guruh. Mohon doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan Mas Guruh Soekarnoputra."
Doa bersama yang digelar kalangan internal PDIP menunjukkan kedekatan Guruh dengan partai yang sudah ia geluti sejak era PDI pada 1982. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari keluarga besar Soekarnoputri mengenai perkembangan kondisi terbaru.
Guruh Soekarnoputra merupakan anak bungsu Presiden pertama Indonesia Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia juga adik dari Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Pendidikan Guruh dimulai di Perguruan Cikini, lalu berlanjut ke SMA Negeri 25 Jakarta. Ia sempat menempuh studi Arkeologi di University of Amsterdam selama tiga tahun hingga 1974, sebelum akhirnya meraih gelar Sarjana Administrasi Publik dari STIAMI pada 2008 dan gelar Magister Manajemen pada 2010.
Sejak muda, Guruh dikenal lewat bakatnya di seni tari dan musik. Ia mendirikan grup kesenian Swara Mahardika serta GSP Production, dan turut membentuk Guruh Gipsy bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.
Sejumlah lagu legendaris lahir dari tangannya, seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, serta Galih dan Ratna. Karya-karya itu membuat namanya tetap dikenang di industri musik Indonesia hingga sekarang.
Di dunia politik, Guruh bergabung dengan PDI pada 1982 dan melanjutkan kiprahnya di PDIP sejak 1999. Ia juga pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk daerah pemilihan Jawa Timur pada periode 1999-2024.
Kombinasi latar seni dan politik membuat Guruh menjadi salah satu figur unik di parlemen. Kini perhatian publik tertuju pada perkembangan kondisi kesehatannya, seiring doa yang terus mengalir dari berbagai kalangan.