Pemkot Ternate Genjot Pendataan Jaminan Sosial, 16.300 KK Terdata dan Keluar dari Zona Merah

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 22 September 2026 | 18:01:01 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Ternate Burhanuddin Abdul Kadir menyampaikan capaian pendataan kepesertaan jaminan sosial kepada awak media.

TERNATE — Kepala Dinas Sosial Kota Ternate Burhanuddin Abdul Kadir menyatakan capaian pendataan kepesertaan jaminan sosial kini berada di posisi menengah nasional. Dari total 16.300 KK yang terdata, lebih dari 15 ribu di antaranya telah terdaftar melalui agen pendamping. Perbaikan posisi ini mengangkat Ternate dari kelompok 10 terbawah dalam pemetaan 43 kabupaten/kota peserta uji coba.

Pemerintah memberi tambahan waktu bagi daerah untuk memaksimalkan pendataan hingga akhir Desember 2026. Tenggat awal yang semula ditetapkan pada tanggal 31 diperpanjang, membuka ruang bagi Pemkot Ternate mengejar target yang lebih tinggi.

Dari 10 Terbawah ke Posisi 31 dari 43 Kota

Burhanuddin menyebut lonjakan posisi Ternate sebagai hasil kerja pendampingan yang berjalan intensif di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Alhamdulillah, progresnya sudah signifikan. Semula Kota Ternate berada di zona merah, bahkan masuk 10 terbawah. Sekarang kita sudah berada di posisi menengah dan keluar dari zona merah," ujarnya kepada awak media Selasa, 22 September 2026.

Dalam pemetaan terbaru, Kota Ternate duduk di peringkat 31 dari 43 kabupaten/kota peserta uji coba. Angka itu masih menyisakan ruang perbaikan, terutama karena pemerintah pusat menargetkan cakupan kepesertaan yang lebih luas sebelum program berjalan penuh.

Perpanjangan tenggat dimanfaatkan Dinas Sosial untuk mempercepat penyisiran warga yang belum terdaftar. "Awalnya kita diberikan limit waktu sampai tanggal 31, tetapi sekarang diperpanjang sampai akhir Desember 2026. Mudah-mudahan dengan waktu yang diberikan ini kita bisa lebih genjot lagi pendataan, sehingga bisa masuk 10 besar tertinggi," kata Burhanuddin.

80 Persen Petugas Dinas Sosial Turun ke Lapangan

Dinas Sosial mengerahkan petugas berstatus ASN untuk mendampingi pendaftaran warga di tingkat kelurahan. Hampir 80 persen pegawai dinas dikirim ke lapangan guna menjangkau KK yang belum masuk dalam data.

Selain menyisir warga yang belum terdata, petugas melakukan pemutakhiran terhadap kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau program lain. "Kita juga melakukan penyisiran, termasuk KK yang berada di luar BPMT maupun PKH, agar supaya mereka bisa terjangkau," jelas Burhanuddin.

Pendataan di tingkat kelurahan masih berjalan. Data progres tiap kelurahan sudah tersedia dan akan disampaikan dalam bentuk flayer sebagai informasi perkembangan pendataan bagi warga Kota Ternate.

Harapan Wali Kota dan Target 10 Besar

Target masuk 10 besar tertinggi disebut Burhanuddin sebagai harapan Wali Kota Ternate. Karena itu, Dinas Sosial memperkuat pendampingan langsung ke kecamatan dan kelurahan, bukan hanya menunggu warga datang mendaftar.

Dengan tambahan waktu hingga penghujung 2026, Pemkot Ternate berharap cakupan pendataan terus meningkat sekaligus memperbaiki posisi daerah dalam pemetaan nasional program perlindungan dan jaminan sosial. Perbaikan data kepesertaan menjadi pintu masuk bagi warga untuk mengakses manfaat jaminan sosial yang selama ini belum menjangkau sebagian KK di kota itu.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top