MALUKU UTARA — Aktor Rafi Sudirman memerankan Letjen Jamin Gintings dalam film Djamin Setia Selamanya dan harus menguasai dialog bahasa Belanda serta dialek Karo. Tantangan itu datang bersamaan dengan masa akhir kuliahnya, sehingga ia membagi fokus antara tugas akademik dan tuntutan akting. Rafi menyebut peran pahlawan asal Sumatera Utara ini sebagai kehormatan karena ia punya garis keturunan Karo.
Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026), Rafi menceritakan bagaimana ia harus membagi energi antara menyelesaikan studi dan mendalami karakter sang jenderal.
Rafi mendapat pendampingan khusus untuk dua keterampilan bahasa yang berbeda. Ia dibantu Pak Coan untuk mendalami dialek Karo, sementara Kak Linda membantunya berlatih dialog berbahasa Belanda.
"Ini tantangan bagi Rafi karena waktu itu lagi kuliah dan semester akhir. Suatu tantangan tapi tantangan itu ditemani sama Pak Coan juga yang membantu kami dalam berdialek Karo, dan Kak Linda yang bantu Rafi berdialek Belanda," ujar Rafi.
Kedua bahasa itu dipakai dalam adegan berbeda. Dialek Karo melekat pada identitas Jamin Gintings sebagai putra Sumatera Utara, sedangkan bahasa Belanda muncul dalam adegan diplomasi menghadapi penjajah.
Salah satu adegan yang paling menantang bagi Rafi adalah perdebatan sengit dengan seorang tokoh pemuda Belanda. Adegan itu menuntut ketegasan diplomasi sang pahlawan di hadapan penjajah.
Rafi mengaku proses menghafal dialog berbahasa asing tersebut memberinya pelajaran tentang nasionalisme. Ia menyebut pengalaman itu sebagai pengingat mengapa anak Indonesia harus mencintai negaranya.
"Ini menarik karena jadi pengingat kenapa anak Indonesia harus cinta negaranya. Dari bahasa Belanda ini aku dapat amanah dari Pak Rako berdebat dengan salah satu tokoh pemuda Belanda. Aku dibantu Kak Linda, bagaimana Pak Jamin yang berjuang dengan ideologinya demi Indonesia," papar Rafi.
Rafi merasakan kedekatan personal dengan tokoh yang ia hidupkan. Ia mengaku memiliki opung dari Karo, sehingga memerankan pahlawan dari Sumatera Utara menjadi kehormatan tersendiri baginya.
"Rafi juga terharu karena Rafi punya opung dari Karo, jadi suatu kehormatan memerankan pahlawan dari Sumatera Utara," ungkapnya.
Kedekatan itu membuat Rafi tidak sekadar menghafal naskah. Ia berusaha memahami ideologi dan perjuangan Jamin Gintings sebagai bagian dari sejarah Indonesia.
Putri kandung Jamin Gintings yang juga produser film ini, Riahna Jamin Gintings, membagikan kenangan tentang ayahnya. Ia mengenang Jamin sebagai figur yang penyayang dan tidak pernah marah kepada keluarga.
Riahna menyebut ibunya, Ibu Likas, selalu menjadi perantara untuk urusan anak-anak karena kesibukan sang ayah. Meski demikian, Jamin tetap terlibat dalam hal-hal penting, termasuk membantu Riahna menyelesaikan skripsi saat kuliah di Kanada.
"Ayah kami tidak pernah marah ya, sangat sayang sama kami dan istrinya. Tapi apa pun yang mau kami buat selalu lewat ibu kami, Ibu Likas. Karena ayah sibuk ya. Jadi kalau saya mau kursus ini, pasti lewat ibu. Ayah cuma dengar dari ibu. Saya waktu kuliah di Kanada saya belum bisa bahasa Inggris, waktu pilih ayah bilang pilih politik. Ya saya bilang tapi ayah bantu ya, akhirnya saya bikin skripsi dibantu ayah," kenang Riahna.
Film Djamin Setia Selamanya menghadirkan Jamin Gintings sebagai tokoh sentral, dengan Rafi Sudirman sebagai pemeran utama. Proyek ini menambah daftar film biopik pahlawan nasional yang menyasar penonton muda Indonesia.