MALUKU UTARA — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menargetkan program Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga untuk 1 juta sambungan rumah rampung pada 2028. Target itu disampaikan saat meninjau kesiapan pengoperasian Jargas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (18/9). Pemerintah mengeklaim harga gas pipa jauh lebih murah dibanding LPG tabung 3 kilogram, dengan dampak langsung ke pelaku UMKM.
"2028, 2028 selesai," kata Dudung mengutip keterangannya, Jumat (18/9).
Dudung menyebut jaringan gas rumah tangga mempermudah masyarakat, terutama saat kebutuhan mendadak pada malam hari ketika sulit memperoleh LPG tabung 3 kilogram. Ia juga memastikan harga gas melalui jaringan pipa lebih murah dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
"Otomatis kalau misalnya gas itu dengan harga yang tadi saya sebutkan Rp70 ribu, terutama bagi perekonomian, UMKM, yang kemudian akhirnya cuma Rp20 ribu, ini akan sangat membantu," ujar dia.
Dudung optimistis program ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Pemerintah mencatat sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor.
Dengan tersedianya 14.586 sambungan rumah di Gresik dan Sidoarjo, konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi diperkirakan berkurang sekitar 36,6 ribu tabung per bulan. Pengurangan itu menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong percepatan pembangunan jaringan gas di berbagai daerah.
Progres fisik pembangunan Jargas di Gresik telah mencapai 95,4 persen. Pemerintah juga memastikan persetujuan lingkungan hidup UKL-UPL telah terbit untuk kedua kabupaten, rekomendasi teknis ruas jalan Kabupaten Gresik telah dikeluarkan, dan rekomendasi teknis perlintasan sungai telah diteken.
Dudung menyebut perizinan pengoperasian Jargas telah rampung. "Kendala perizinan selama ini yang menahan pengoperasian sudah terselesaikan," kata dia.
Dengan tuntasnya proses perizinan, Dudung meminta fokus berpindah ke tahap pengoperasian. Ia meminta Kementerian ESDM segera menetapkan badan usaha pengelola dan menerbitkan izin usaha niaga gas bumi.
SKK Migas diminta memastikan alokasi gas dan titik serah, sementara BPH Migas menyiapkan harga gas rumah tangga yang tetap lebih murah dibandingkan LPG tabung 3 kilogram. Operasi Jargas dijalankan lewat rangkaian rapat koordinasi debottlenecking oleh KSP untuk melepas hambatan atau mempercepat proses yang selama ini terhambat.
Langkah percepatan itu ditempuh untuk memastikan target 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten dan kota pada tahap 2025-2026 tercapai. Jumlah itu menjadi bagian dari peta jalan menuju 1 juta sambungan rumah pada 2028.
Bagi pelaku UMKM, khususnya usaha rumahan yang memakai gas sebagai bahan bakar utama, selisih harga Rp70 ribu menjadi Rp20 ribu per satuan berpotensi memangkas biaya operasional harian. Pemerintah berharap penghematan itu mendorong daya saing usaha kecil di daerah yang sudah terpasang jaringan pipa gas.